RSS

Super junior and ELF’s relationship

kangin said

[Kangin: Super Junior teracuni/disemangati oleh ELF]

Leeteuk said

[Leeteuk: Jika tidak ada ELF,aku hanyalah sebuah cangkang yang kosong]

kyu said

[Kyuhyun: Sumber kekuatan kami..Itu sebabnya kami harus bersama-sama selamanya]

wookie said

[Ryeowook: Sejujurnya.. mereka seperti teman yang abadi/selamanya ada]

umin said

[Sungmin: Aku merasa tidak dapat melakukan apapun tanpa ELF]

[Siwon: Mereka adalah hati yang sangat menyokongku ketika aku hidup]

[Eunhyuk: Walau nantinya aku tua,aku ingin menyanyi untuk mereka]

[Heechul: Jika tidak ada ELF,maka tidak akan ada Super Junior]

[Kibum: Mereka seperti perlindungan yang bisa aku percaya]

SuJu’s said…

[Leeteuk: Terimakasih untuk membuatku bercahaya]

[Heechul: Karena ada ELF, Super Junior abadi]

[Hangeng: Yang terpenting ELF,aku sungguh berterimakasih dan aku mencintaimu]

[Yesung: ELF yang selamanya melindungi kami dan dapat dipercaya,aku menyayangimu]

[Kangin: Seperti kita memulainya bersama,mari berjuang bersama sampai akhir]

[Shindong: Kuharap kita dapat menyatu selamanya]

[Sungmin: Super Junior dapat menyanyi karena dukungan ELF]

[Eunhyuk: Kalian semua sangat berharga untukku. Janganlah saling berubah]

[Donghae: Aku akan selalu mengingatnya di hatiku,sampai aku mati,bahwa aku telah bertemu ELF]

[Siwon: Mereka bagaikan oksigen]

[Ryeowook: ELF adalah persahabatan yang dapat kujaga]

[Kibum: Mereka memberiku semangat dan menginspirasi jauh kedalam pikiranku]

[Kyuhyun: Keberadaan mereka karena mereka harus ada bersama kami]

Always with the same mind..”Please be with us together…” [Selalu dengan satu niat..”Tolong bersama-sama dengan kami selamanya..”]

[Eunhyuk:Kekasihku,ELF,aku akan melindungimu]

[Heechul:Kekasihku,ELF. Aku akan mencintaimu,aku bersumpah]

..

….

……

Eunhyuk and Heechul change their’s rap part in Marry U…!!![Eunhyuk dan Heechul mengubah rap bagian mereka di Marry U]

[Eunhyuk:Memberi kebahagiaan pada ELF,yang selalu ada untukku..]

.

..

(Eunhyuk change his rap part in Haengbok..)[Eunhyuk mengganti rapnya di Haengbok]


They think of us…[mereka memikirkan kita]

[Heechul: Kami tidak akan kemana-mana. Teruslah menunggu dan tersenyum. Tidak perlu cemas akan apa yang akan terjadi. Hanya menunggu dengan senyum di wajahmu,OK?]

[Eunhyuk: Mereka hanya melakukan apa saja untuk kami,walau kami tidak melakukan apa-apa.]

[Sungmin: Sebenarnya..Aku punya seseorang yang kucinta. Umm dia adalah ELF.~^^]

(Sungmin in Chun Bang Ji Chuk Radio with Sunny) [Sungmin di Chun Bang Ji Chuk Radio dengan Sunny SNSD)

[Leeteuk: Aku punya seseorang yang kucinta.]

[Shindong: Kamu punya? Siapa dia?]

[Leeteuk: ELF.!!!!]

They love us….[Mereka memikirkan kita..]

[Leeteuk: ELFku sayang,pasti berat untukmu karena (mendukung) kami bukan? Tapi kami tidak akan kemana-mana. Kami,Super Junior,akan bekerja keras selamanya bukan hanya untuk sementara waktu.]

(Leeteuk speech when Super Junior wins the first place on Mnet music award for single U.. )

[Pidato Leeteuk saat SuJu menang juara pertama di Mnet music award untuk lagu U..]

——-O.o——-

They love us..(Mereka mencintai kita..)

We love them..(Kita mencintai mereka)

I hope..(Aku harap)

ELF’s love never end..(Cinta ELF tidak akan pernah pudar..)

Because Super Junior are love us with all of they brain,body and heart..(Karena SuJu mencintai kita dengan segenap pikiran,tubuh,serta hati mereka..)

Please,don’t love them just for a while..(Tolong,jangan mencintai mereka hanya untuk beberapa saat..)

Don’t love them because they are ‘in’ now..(Jangan mencintai mereka karena mereka sedang terkenal saat ini..)

Don’t hate them just because they are going to old now..(Jangan membenci mereka karena mereka sudah mulai ‘senior’ sekarang.)

Don’t think about their age..(Jangan pikirkan umur mereka)

Just need to think about their sound,and their sacrifice..(Hanya cukup memikirkan suara mereka,dan pengorbanan mereka..)

PROUD TO BE ELF..!!!

 

credit: YouTube

caps by: @Im_HeeRin

note: I’m sorry if there are many false when translate it. Mianhae…TT^TT

Comment please..!!

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 27, 2011 in FanFiction, Romance

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

A Japanese E.L.F’s message before she passed away

이미 알고 있다고 생각합니다만 3월11일에 일본에서 대지진이 일어났습니다
I think you already know the severe earthquake occurred in Japan on March 11.

다음의 문장은 15세를 앞두고 이번의 지진으로 돌아가신 소녀가 친척에게 보낸 최후의 e-mail입니다.
In the following sentences, it is the last e-mail for the relative from one girl.
The girl would be 15 years old in the near future, but she died of this earthquake.

그녀의 이름은 Mao입니다
Her name is Mao.

슈퍼주니어 멤버 DongHae씨의 팬입니다
She is a fan of SuperJunior member DongHae ssi.

———————————————————————————————————————-
今までありがとう
지금까지 고맙다
Thank you up to now.

さあちゃんとすじゆのはなし たくさんできて たのしかったよ
S언니와 SuperJunior의 이야기가 많이 할 수 있어서 즐거웠다
I was happy to talk a lot about Super Junior with Sah-chan.

まおはてんごくから おうえんするね
나는 천국에서 응원합니다
I support from the heaven.

えるふはふめつだよ
ELF은 불멸입니다
ELF are immortal.

まおのぶんまで おうえんしてね
나의 대신 응원해 주십시오
Please support in them instead of me.

またこんさーといきたいな
또 콘서트에 가고 싶다
I wanted to attend a concert again.

またあおいうみがみたいな
또 푸른 바다가 보고 싶다
I wanted to see a blue sea again.
まおのかわりに えるふみんなで あおいうみつくってね
나의 대신 ELF의 여러분으로 푸른 바다를 만들어 주십시오
Instead of me, please make a blue sea with all ELF.

ありがとう さあちゃん
고맙다 S언니
Thank you Sah-chan

ありがとう おっぱ
고맙다 동해 오빠
Thank you DongHae Oppa

ありがとう えるふのみんな
고맙다 ELF의 여러분
Thank you All of ELF

まおはしあわせだったよ
나는 행복했습니다
I was happy.

이 페이지를 읽어 주셔서 감사합니다.
Thanks for reading this page.

이 최후의 메시지를 그들에게 알려 줄 수 있으면 다행입니다.
Please inform them of this last story.

source:endlessmoment

Praying for the repose of their soul which passed away,
let’s love and support SJ,more than ever, and protect the blue sea.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2011 in Sad Ending, Sad Story

 

::_Choi Eun Ji-Love is Sweet_::

Title       : Love is Sweet

Pairing  : Choi Eun Ji, Kim Jong Woon (Yesung)

Theme  : Romance

A/N       : Eun Ji,mian kalo berubah dari rencana cerita awal ya…^^

Song: Love is Sweet, Destiny

 

 

Lapangan olahraga Neul Param High School

“Hoi, Yesung. Pacarmu jemput tuh..~” seru Eunhyuk yang sedang berjalan menuju ruang ganti kepada seorang namja yang masih mendrible bola basket di tengah lapangan.

“Hah?”balas namja yang bernama Yesung itu,cengo. (bagi yang gak tau,cengo = melongo)

“Iya,itu tuh.. Itu kan pacarmu. Dia sendiri yang tadi bilang begitu..”balas Eunhyuk yang sudah terbiasa melihat temannya yang satu ini melongo,sambil menunjuk arah luar lapangan dengan ibu jari (tangan,bukan kaki).

Yesung memandang keluar lapangan,yang hanya dibatasi pagar kawat. Di balik pagar kawat itu ia melihat Choi Eun Ji. Seorang yeoja yang baru kemarin menjadi pacarnya. Ia menepuk jidatnya dan menaruh bola basket di tanah,lalu berjalan ke pinggir lapangan yang berbatasan dengan pagar kawat.

“Tunggu sebentar ya.”katanya kepada Eun Ji.

“Ne..”balas Eun Ji riang. Yesung bergegas mengambil peralatan olahraganya dan berganti pakaian di ruang ganti.

“Ciee..,pasangan baru nih..;) ”seru Eunhyuk sambil menepuk pundak sahabatnya itu. Eunhyuk sendiri sedang ganti baju di ruangan itu. Yesung hanya diam saja,mengacuhkan sahabatnya itu.“Kapan jadian?”tanya Eunhyuk lagi,tidak sadar bahwa sahabatnya itu hanya mendiamkannya.

“Kemarin,saat pulang sekolah ia mencegatku dan menyatakan perasaan padaku.”jawab Yesung enteng.

“Bukankah ia salah satu primadonna sekolahnya? Kasihan sekali ia,kenapa ia tertarik dengan orang yang tidak romantis macam kamu ya??”ucap Eunhyuk yang langsung dihadiahi jitakan oleh Yesung.

“Aku pulang dulu.”katanya, meninggalkan Eunhyuk yang bersungut-sungut kesakitan. Yesung berjalan keluar dan langsung menuju keluar lapangan.

“Annyeong oppa. Maaf menganggu,oppa sibuk tidak? ”tanya Eun Ji ketika Yesung akhirnya datang menemuinya.

“Tidak.”jawab Yesung singkat.

“Pulang bareng yuk!” ajak Eun Ji. Yesung hanya mengangguk. Bersama mereka berjalan menuju rumah Eun Ji yang jaraknya tidak begitu jauh dari lapangan.

“Oppa,maaf. Tapi biasanya orang pacaran gandengan tangan,kan.”tanya Eun Ji.

“Aku paling nggak suka mesra-mesraan di depan umum..”jawab Yesung tegas. Eun Ji diam saja. Ia tahu kalau Yesung memang bukan tipe orang yang suka mengubar perasaan. Selama perjalanan mereka saling diam satu sama lain. Kalau pun berbicara hanya sedikit-sedikit.

“Sampai jumpa besok.”ucap Yesung akhirnya setelah mereka sampai di depan rumah Eun Ji.

“Ne,oppa. Annyeong..”balas Eun Ji sambil melambaikan tangan,lalu menghembuskan nafas dengan berat.

Keesokan harinya di sekolah Eun Ji

“Annyeong,Eun Ji..~”sapa teman-teman Eun Ji, Hyeon Min,dan Young Hyun ketika mereka menjemput Eun Ji di rumahnya.

“Annyeong..”jawab Eun Ji.

“Kok lesu sih..?”tanya Hyeon Min sambil merangkul sahabatnya itu.

“Ne,waeyo?”tanya Young Hyun.

“Anniyo. Gwaenchanayo..”jawab Eun Ji.

“Kalau ada masalah,ceritakan saja pada kami..”ujar Young Hyun. Eun Ji menarik nafas dalam-dalam.

“Hyeon Min-ah, Young Hyun-ah, aku mau tanya sesuatu..”kata Eun Ji lirih.

“Ne,?” jawab mereka bebarengan.

“Kapan kalian pegangan tangan and Kiss sama namja chingumu?”tanya Eun Ji polos,yang membuat teman-temannya langsung cengo.

“Owalah,ini yang kamu pikirkan dari tadi? Kalau aku sih dari awal pacaran sudah pegangan tangan,trus akhir-akhirnya kiss..”kata Hyeon Min enteng.

“Aku dari awal pacaran udah pegangan tangan,kiss-nya satu bulan kemudian..”jawab Young Hyun.  ”Emang kenapa?”

“Sebenarnya,tanpa sepengetahuan kalian dua hari yang lalu aku jadian sama anak Neul Param High School.. Namanya Kim Jong Woon,tapi ia biasa dipanggil Yesung.”aku Eun Ji.

“Yah,kok baru bilang sekarang.?? Terus?”tanya Yong Hyun dan Hyeon Min penasaran.

“Tapi ia belum pernah sekalipun menggandeng tanganku..”curhat Eun Ji.

“Hah??Bahaya tuh.”celetuk Hyeon Min.

“Huh? Waeyo?”tanya Eun Ji kaget.

“Err..,biar Young Hyun deh yang jelasin..”kata Hyeon Min,menghindar.

“Kok aku sih?”bisik Young Hyun kesal.

“Kan kamu ama Kyuhyun oppa yang lebih mesra..”bisik Hyeon Min asal nyebut.

“Jiaah..”keluh Young Hyun.

“Apaan sih,kok kalian bisik-bisik?”sergah Eun Ji,jengkel dicuekin. “Jadi,kenapa bahaya?”tanyanya lagi.

“Ngg..Pegangan tangan kan tahap dasar orang pacaran.. Kalau nggak mulai dari sekarang,kapan kamu bakal Kiss ama dia..”papar Young Hyun.

“Ngomong-ngomong,pacarmu agak aneh ya?”tanya Hyeon Min penuh selidik.

“Ahh..pasangan baru ini..”canda Hyeon Min.

“Iya. Kayaknya Yesung oppa memang orang alim. Memang bagus sih,tapi masak nanti aku sama dia pegangan tangan ama Kissnya setelah nikah? Tapi dia pasti tipenya lulus SMA pasti kuliah dulu baru kerja. Setelah hidup mapan,baru nikah. Kalau gitu,kita baru nikah 10 tahun lagi dong..”rengek Eun Ji.

“Memangnya,kenapa dulu kamu bisa suka Yesung oppa?”tanya Young Hyun.

“Habisnya waktu dulu aku ke restoran Babtol’s mau makan sushi,dia lagi jadi karyawan di situ. Karena toko sedang sepi,dia nyanyi-nyanyi. Dan suaranya bagus banget,buat aku jatuh cinta..”jelas Eun Ji malu-malu.

“Kamu bener-bener suka sama Yesung oppa?”tanya Young Hyun.

“Ne.”jawab Eun Ji tegas.

“Dan kamu pengen pegangan tangan sama Yesung oppa,trus Kiss gitu?”tanya Young Hyun lagi.

“Hu-um..”

“Kalau gitu,goda aja dia..”saran Young Hyun. “Kamu kan cantik,pasti setidaknya dia akan tergoda..”

“Iya juga ya..”jawab Eun Ji polos.

Sejak saat itu,dimulailah hari-hari berat Eun Ji…

 

[Scene 1]

“Oppa beli es krim yuk ^^” ajak Eun Ji.

“Boleh. Ayo!”timpal Yesung.

“Ahjussi,pesan es krim 2. Green tea satu,satunya..?”pesan Yesung.

“Strawberry.”jawab Eun Ji semangat.

“Ini,silahkan. Khamsahamnida..”seru penjual es,setelah beberapa waktu.

“Hmm..enak loh. Oppa mau coba?”tawar Eun Ji seraya menyodorkan es krimnya (harapan: Kiss secara tak langsung).

“Nggak ah,aku benci makanan manis.”jawab Yesung singkat,sambil terus menikmati es krim green tea-nya.

[Scene 1: FAILED]


[Scene 2]

“Oppa nonton bioskop yuk! Aku punya 2 tiket nonton dari Hyeon Min..”ajak Eun Ji.

“Boleh.”jawab Yesung (Eun Ji gembira).

::_di bioskop_::

“Aduh,kasihan Hachikonya mati,huhuhu..”tangis Eun Ji (harapan: Yesung meluk dan ngehibur).

“Oppa,oppa kok nggak nangis?”tanya Eun Ji masih nangis.

“Zzttt..”balas Yesung ketiduran.

[Scene 2: FAILED]


[Scene 3]

“Ke bioskop yuk! Nonton..;-)”ajak Yesung.

“Nggak mau ah,nanti oppa tidur lagi,aku dicuekin..”timpal Eun Ji kesal.

“Nggak deh. Kali ini oppa nggak bakal tidur. Ayolah,oppa yang bayarin deh..”ajak Yesung lagi (Eun Ji senang,harapan: diajak nonton film romantis,trus Kiss di kegelapan bioskop)

::_di bioskop_::

“Huahahaha… Filmnya kocak deh..”tawa Yesung. “Lho,kamu kok ngga ketawa? Ini kan lucu banget..”tanya Yesung heran.

“!@~¿!..”gerutu Eun Ji pelan.

[Scene 3: FAILED]


“Annyeong Eun Ji..~”sapa Hyeon Min saat Eun Ji menelpon handphonenya.

“Gagal semua..”ucap Eun Ji suram.

“Apanya yang gagal? Kok suaramu terdengar suram begitu?”tanya Hyeon Min. “Sebentar, disini juga ada Young Hyun. Dia lagi main ke rumahku nih. Bentar ya,aku loudspeaker..”ucap Hyeon Min.

“Yak,sekarang aku juga bisa dengar deh..”seru Young Hyun.

“Jadi kenapa?”

“Yesung oppa memang nggak romantis.. Huee..~”tangis Eun Ji keras dari seberang telepon yang membuat Hyeon Min dan Young Hyun segera menutup telinga.

“Memangnya,apa yang kamu lakukan untuk merayunya?”tanya Young Hyun lagi.

“Huhu.. Aku menawarkan es krimku dengan niat ada kiss tak langsung,eh oppa tidak suka makanan manis.”cerita Eun Ji. Hyeon Min dan Young Hyun hanya bisa melongo.

“Aku mengajaknya nonton film yang mengharukan,dengan harapan aku bakal dipeluk dan dihibur,eh oppa justru ketiduran.”lanjut Eun Ji lagi. “Waktu oppa yang traktir nonton film,kukira bakal nonton film romantis,jadi kita berdua bisa mesra-mesraan di bioskop. Ternyata oppa justru mengajak nonton film komedi yang sama sekali nggak ada romantisnya.. Huhu..~”

Hyeon Min dan Young Hyun hanya menghembuskan nafas berat-berat sambil tersenyum.

“Besok malam ada pesta kembang api lho,di kawasan Hoengseong. Kalian datang aja. Itu saat-saat paling romantis lho. Setiap kali kita kesana pasti akhirnya banyak pasangan yang berpelukan dan Kiss kan..”usul Hyeon Min.

“Betul juga ya!”seru Eun Ji setelah berpikir beberapa saat. “Nanti aku sms Yesung oppa deh..:-) Thank you,friends..^^”

“Ne,cheonnemayo!”balas Hyeon Min dan Young Hyun bersamaan.

Setelah mereka saling menutup telepon masing-masing, Eun Ji segera mengirim sms pada Yesung.

 

To: Yesung Oppa  ♥♥♥

From: Me

Subject : Oppa,besok malam ada pesta kembang api di kawasan Hoengseong. Temani aku ya..~ ♥^^♥ Please…~ >,<

————————————————————————————————————-

To: Eun Ji

From: Yesung

Subject: Oke,aku jemput besok di rumahmu jam 6.30 malam.

 

“Yeeeee,..!!!^^”seru Eun Ji senang. Ia bergegas membuka lemari pakaiannya dan memilih-milih baju yang paling bagus.

Keesokan malamnya di rumah Eun Ji, Eun Ji POV

“Annyeong.”seru Yesung sambil mengetuk pintu. Tak lama pintu terbuka.

“Oh, ini namja chingunya Eun Ji ya?” tanya mama Eun Ji.

“Iya ahjumma. Hm, Eun Ji-nya ada?”tanya Yesung sopan.

“Oh,ya. Sebentar ya.”jawab mama Eun Ji. “Eun Ji, Yesung-ssi sudah datang.”

“Ne,umma..”balas Eun Ji. Tak lama ia turun dengan  terusan putih yang amat cantik dan rambut dijepit samping.

“Anak appa cantik deh.”puji appa.

“Gumawo appa.”balas Eun Ji senang.

“Hati-hati ya, Eun Ji.”

“Ne.”balas Eun Ji. Ia pun keluar rumah,tempat Yesung sudah menunggu. Malam ini pasti akan menjadi malam yang amat berkesan baginya. Semalam ia bermimpi bahwa di tengah percikan kembang api di langit mereka berdua saling memandang mesra dan tiba-tiba Yesung menciumnya. Mimpi itu terus mewarnai pikirannya sepanjang hari tadi.

“Annyeong oppa,sudah siap?”tanya Eun Ji.

“Ne,kajja..”ajak Yesung. Mereka berjalan berdua. Tapi seperti biasa,Yesung tidak mau memegang tangan Eun Ji.

“Oppa,pegang tanganku dong. Nanti kan ramai. Kalau kita terpisah bagaimana?”tanya Eun Ji cemas.

“Tak apa. Kita kan bawa handphone.”jawab Yesung dingin dan mulai berjalan agak cepat.

“Tunggu oppa,jalannya pelan-pelan dong.”keluh Eun Ji. Namun karena mereka sudah di wilayah Hoengseong,jalanan yang ramai membuat Yesung tak mendengar perkataan Eun Ji. Yesung terus saja berjalan agak cepat,padahal di sekitar situ sudah banyak orang.

“Yesung oppa..”panggil Eun Ji ketika sadar ia telah terpisah dari Yesung. Ia berjalan dengan panik. “Aduh bagaimana ini,.”keluhnya.

Bruuk..!

Ternyata Eun Ji menabrak segerombolan namja yang bertubuh kekar hingga ia jatuh tersungkur.

“Hei,kalau jalan pakai mata dong!”bentak namja itu. Eun Ji hanya menatapnya ketakutan.

“Wah,kamu cantik juga. Kok sendirian nih? Sini oppa temani..”rayu namja itu sambil mengulurkan tangan hendak menarik Eun Ji.

“Jangan sentuh!”jerit Eun Ji. Ia bergegas bangkit dan berlari di tengah kerumunan ramai.

“Aduh,”tiba-tiba ia terjatuh lagi. Sepertinya karena terjatuh, sekarang kakinya terkilir. Rasa sakit terus terasa,dan kini kakinya lumayan bengkak. Tiba-tiba ia teringat bahwa ia membawa handphone. Ia berjalan sedikit sambil menahan rasa sakit,lalu duduk di bawah pohon, mengambil handphone di tasnya dan bergegas menelpon Yesung dengan panik.

“Tut..tut..”begitu bunyi yang ia dengar di line handphone. Rupanya karena tempat itu ramai,tak ada sinyal handphone disitu.

“Syuut.. Pyaar… Syuut.. Pyaar..”bunyi kembang api bersahut-sahutan. Eun Ji menangis. Kakinya terasa sakit. Tapi kini tidak hanya kakinya yang terasa sakit. Kini ia harus melihat keindahan kembang api sendirian,dan itu sangat menyakitkan. Hancur sudah harapannya melihat kembang api bersama Yesung. Sekarang yang ada adalah kakinya terkilir dan ia sendirian di tengah kerumunan orang banyak di bawah percikan keindahan kembang api di langit. Padahal ia sudah berdandan cantik. Berharap mendapat ciuman manis. Betapa bodohnya ia. Yesung saja enggan memegang tangannya,mana mungkin ia menciumnya. Tidak mungkin. Ia hanya akan berharap saja. Memang selama ini Yesung tidak pernah mengatakan cinta padanya. Mereka selama ini karena pernyataan cinta Eun Ji saja secara sepihak.

“Huks..”tangis Eun Ji pelan. Air mata mulai mengalir di pipinya yang sebelumnya berseri-seri. Ia mengusap air mata itu,namun justru makin keras dan deras air mata itu mengalir. Tiba-tiba di tengah keramaian orang dan pekikan kembang api,sayup-sayup ia mendengar suara Yesung.

Eun Ji mendengarkan dengan lebih seksama. Sesaat air matanya terasa berhenti.

“Yesung oppa~!”jeritnya setelah yakin suara itu adalah suara Yesung. Matanya terus mencari di kerumunan ramai. Ternyata benar,disana ada sosok Yesung oppa.

“Yesung oppa~!”jeritnya sekali lagi. Dan beruntunglah ia karena Yesung menyadari asal suaranya dan menemukan ia yang sedang duduk di bawah pohon. Yesung berlari menghampiri Eun Ji yang duduk di bawah pohon.

“Maaf,seharusnya sejak awal aku menggandeng tanganmu,supaya tidak terpisah..”kata Yesung merasa bersalah. Ia mengulurkan tangannya,membantu Eun Ji berdiri. Bersama mereka berjalan bergandengan,walau Eun Ji berjalan agak pincang.

“Kenapa,kakimu kram?”tanya Yesung cemas.

“Nggak, cuma sedikit terkilir kok. Sekarang sudah agak baikan kok..”jawab Eun Ji,berusaha membuat Yesung tidak cemas.

“Maaf ya,karena aku tidak menggandengmu kita jadi terpisah..”kata Yesung menyesal. “Sebetulnya aku tidak mau menggandengmu,karena aku deg-degan,kamu ini terlalu cantik. Apalagi malam ini.. Kamu terlihat sangat manis sampai aku tidak berani menatap wajahmu.”ungkap Yesung. “Bahkan sampai saat ini aku juga masih deg-degan,sa..sampai aku bingung harus bicara apa denganmu. Selama ini juga aku selalu diam karena aku gugup,aku tidak tahu apa mengapa aku selalu deg-degan setiap menatapmu. Ketika di hari itu kau menyatakan perasaan padaku,aku tidak bisa tidur semalaman dan aku tidak bisa berpikir..”

“Aneh ya..”ucap Eun Ji tiba-tiba. “Kukira selama ini hanya aku saja yang deg-degan sendiri..”lanjutnya sambil tersenyum tipis. Yesung berbalik dan menatap Eun Ji. Eun Ji pun balik menatap Yesung.

“Dan penonton sekalian,beberapa detik lagi kembang api terbesar akan menghiasi langit malam Hoengseong..!!”seru pemandu acara yang diikuti seruan penonton.

“Oppa..,sebentar lagi kembang api terbesar loh!”kata Eun Ji senang.

“Tiga.. Dua.. Sat..”

“Syuuut…. Dhuuuaar..” Eun Ji terkejut. Bukan karena melihat kembang api terbesar menghiasi malam di kawasan Hoengseong,tapi karena kecupan lembut di bibirnya oleh Yesung yang membuat hatinya penuh akan kembang api yang meledak-ledak.

———————-END————————–

Comment please…^^

Wajib comment,terutama yang namanya CHOI EUN JI yang biasnya KIM JONG WOON…^^ (peace)

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2011 in FanFiction, Happy Ending, Romance

 

Tag: ,

::_Eun Kyo-The One I Love_::

I hope I was God…~

So I can reload the time who has gone..

And change myself so I can beside you..

**

“Umma…Pergi dulu ya…” pamit Eun Kyo kepada ummanya, lalu beranjak pergi dengan Bada,anjing kesayangannya. Eun Kyo sangat suka berjalan-jalan dengan Bada karena Bada anjing yang patuh,sehingga mereka tidak perlu menggunakan tali kekang.

“Chagi,ayo temani aku ke toko es krim…” ajak Eun Kyo yang selalu memanggil Bada sebagai chagiya,kesayangannya..

“Wuuf…!!!” balas Bada. Bada selalu mengiyakan semua yang dikatakan majikan kecilnya itu.

Eun Kyo dan Bada berjalan berdampingan. Eun Kyo di sebelah kiri dan Bada di sebelah kanan. Seperti pasangan,namja di sebelah kanan,dan yeoja di sebelah kiri. Eun Kyo mengelus lembut telinga Bada. Perlahan mereka menyusuri pinggir jalan raya.

“Chagi,kamu tunggu disini saja ya… Jalannya ramai..” kata Eun Kyo pada Bada. Ia mengelus kepala Bada. “Understand Bada..??? Sit..!! Wait..!!”

“Wuuf…!!” balas Bada dengan setia. Eun Kyo mulai beranjak menyeberang. Lampu penyeberangan menunjukkan warna hijau dan ia pun menyeberang sampai sebuah mobil yang remnya blong,dan sebuah sambaran coklat mendorongnya menjauh.

Tiiinnnn………………..

 

**

Tuhan,ijinkan aku kembali…

Kenapa kau mau kembali..??

Aku masih belum bisa mengungkapkan cintaku…

Bagaimana mungkin kamu yakin kalau dia bakal menerima cintamu..??

Sangat yakin..!!Aku mohon,reinkarnasikan aku menjadi manusia… Aku siap mempertaruhkan segalanya. Kau boleh memasukkanku ke neraka setelah ini..

Tidak. Begini saja, kau akan kuberi waktu satu bulan. Jika kau bisa menyatakan persaanmu dan ia menerimanya, kau boleh tinggal di dunia hingga tuamu. Tapi jika ia menolakmu, jangan harap kamu bisa kembali ke dunia lagi…

**

Bada…

Sudah 3 tahun kau bersamaku…

Bagimu itu sudah lama..

Tapi bagiku serasa sekejap..

Kenapa kau….

**

“Eun Kyo.. Gwaenchanayo..???” tanya umma.

“Gwaenchana umma…..” jawab Eun Kyo lemah. Baru saja ia melihat mayat Bada diperabukan. Air mata tidak lagi mengalir dari matanya. Ia sudah kehabisan air mata.

“Jinjja..??” tanya umma.

“Ne..Umma, aku mau pergi dulu ya..” ijin Eun Kyo. Umma hanya bisa mengiyakan dan memandang Eun Kyo yang mulai berjalan menjauh.

Perlahan Eun Kyo berjalan menuju sungai Han. Dilihatnya jernih air sungai Han yang mengalir. Disini,sekitar 3 tahun yang lalu,ia menemukan Bada…

+Flashback+

Eun Kyo sedang asyik melamun di pinggir sungai Han. Seperti biasa ia menghabiskan waktunya untuk memikirkan anime terbaru.

Kainnnnggg…….kaiiinng….

Eun Kyo terpaku. Bunyi hantu apa itu..??

Kainnnnggg…….kaiiinng….

“Pabo Kyo..!! Itu bunyi kaingan anjing. Dimana ya..??” seru Eun Kyo seraya menepuk jidatnya. Naluri jeoyanya keluar. Ia mencari asal muasal bunyi dengkingan itu. Dan dilihatnya seekor anak anjing di kardus hanyut di sungai, dan beberapa anak kecil melemparinya dengan batu.

“ANDWAE…!!!! Kalian tidak boleh melempari hewan kecil..!!” teriak Eun Kyo seraya mengacungkan kepalan tangannya. Para anak kecil langsung berlari seperti dikejar hantu.

“Aiisshh…… Dasar anak-anak pabo..!! kasian dong anak anjingnya..~” gerutu Eun Kyo. Eun Kyo terdiam. Sekarang bagaimana ia bisa mengambil anak anjing yang hanyut itu,sedangkan ia tidak bisa berenang..???

Kainnnnggg…….kaiiinng….

Anak anjing itu mendengking kembali. Rupanya kardus yang dipijaknya telah basah dan dimasuki air. Eun Kyo makin panik. Orang-orang berada agak jauh darinya. Keringat mengalir kencang dari pelipisnya. Ia tidak bisa berenang. Tapi dekingan anak anjing itu terus berputar-putar di hati nuraninya…

Jebbyyyuuurrrr………………..

Dengan gaya berenang sebisanya,Eun Kyo berusaha meraih anak anjing yang sudah ketakutan itu. Karena tidak biasa berenang,kakinya kram. Walau begitu ia terus berusaha meraih kardus itu.

“Ahhhh……..!!!!” teriak Eun Kyo ketika akhirnya ia sampai kembali ke daratan. Bajunya basah kuyup. Kakinya sudah mulai tidak kram lagi. Walau begitu Eun Kyo tetap memijat-mijat kakinya. Si anak anjing mengibaskan badannya hingga semua air muncrat ke Eun Kyo.

“Aish… Pabo…” kta Eun Kyo seraya menepuk kepala anak anjing itu. “Lain kali hati-hati,jangan sampai tenggelam lagi…”

“Wuuf…!!!”

“Ne. Kamu tidak punya peneng..?? Lalu siapa majikanmu..?? Kejam sekali membuangmu. Kamu mau jadi temenku..??” tanya Eun Kyo.

“Wuuf…Wuuuf…” jawab anjing itu seraya mengibas-ibaskan ekornya.

+Flashback end+

 

**

Kini Eun Kyo berdiri di jembatan sungai Han. Menatap riak air sungai dari ketinggian. Gelombang air seakan mengingatkannya akan dinginnya air 3 tahun yang lalu..

Bada,apa kamu ingat..?? Sekitar 3 tahun yang lalu kita bertemu disini. Sejak saat itu kita selalu bersama. Sekarang aku tidak ingin berpisah denganmu…!!! Aku ingin bertemu kembali denganmu…!!! Apakah bila aku menceburkan diriku ke sungai ini kita akan bertemu lagi..???

Wuuuussshhh………(angin bertiup kencang)

Jadi kamu setuju kah..??? aku akan melakukan segalanya untukmu, Bada…

Eun Kyo menjulurkan kepala dan badannya. Hembusan angin seakan menarik ia untuk segera terjun.

Bada,kita akan bertemu lagi kan..??

“ANDDWWWEEEE….!!!!!” tiba-tiba terdengar teriakan seorang namja. Namja itu mengulurkan tangannya dan menarik tangan Eun Kyo,…

Jebbyyyuuurrr……………

Eun Kyo sudah pasrah kepada hidupnya. Tapi kenapa tiba-tiba ada seseorang yang menyelamatkannya..????

Namja itu menarik Eun Kyo ke daratan. Eun Kyo terbatuk,mengeluarkan air yang sudah masuk ke dalam paru-parunya. Namja itu membuka bajunya yang basah.

“Apa kamu PABO..???? Sakit hati sedikit langsung main bunuh diri…!!!” bentak namja itu.

“Apa-apaan sih kamu…????!!! Main ikut campur urusan orang aja..!! Biarin dong,aku mau mati kek,mau jungkir-balik kek,gak ada hubungannya ama kamu kan..!!!!” bentak Eun Kyo balik. “Memangnya siapa kamu,berhak ngatur-ngatur hidupku..??!!!”

“Aku Donghae. Lee Donghae..!!! Emang kenapa kalo kamu tahu siapa aku, dasar nyolot,masih muda juga..!! Masih mending kamu aku selametin..!!” balas namja yang rupanya bernama Donghae itu. Namja itu membelakangi Eun Kyo. Eun Kyo menunduk dan matanya berkaca-kaca. Bentakan Donghae rupanya menyadarkannya. Apa yang tadi hendak ia perbuat..??

Donghae menghembuskan nafasnya keras-keras. ”Jadi kenapa tadi kamu mau terjun..??” tanyanya seraya duduk disamping Eun Kyo. Eun Kyo masih diam tak menjawab.

“Jadi..??? Masih berkeras hati gak mau curhat..??? Ya udah mati aja,lompat lagi ke sungai kalo kamu pikir dengan mati semuanya akan beres..!!” gersah Donghae.

“Ngg….”

“Iya… Kenapa..?? Curhat aja,ga papa kok..” kata Donghae melembutkan nada suaranya.

“Tiga hari yang lalu, anjing kesayanganku mati gara-gara menyelamatkanku.. Padahal ia adalah satu-satunya yang paling aku cintai. Dimanapun ada aku,pasti ada dia. Sekarang aku berhutang nyawa padanya…” tangis Eun Kyo.

“Anjingmu,sudah memilihmu sebagai majikan yang dipercaya. Dia juga mengorbankan nyawanya untukmu. Masa sekarang kamu mau menyia-nyiakan nyawanya itu..??” tanya Donghae seraya berdiri menatap sungai Han.

“Anii..” jawab Eun Kyo seraya turut menatap ke arah sungai Han.

“Sekarang,kamu harus bilang ke anjingmu,berterimakasihlah padanya. Kamu tidak boleh menyia-nyiakan nyawa yang sudah dikorbankannya untukmu…” kata Donghae bijak. Eun Kyo terdiam. Ia lalu beranjak berdiri dan mendekati tepi sungai.

“CHAGIYA…!!!!! SARANGHAEYO….!!!!!!!!!! hu..hu..hu….~” teriak Eun Kyo seraya menangis. Donghae memeluk Eun Kyo dan menepuk-nepuk punggungnya. Eun Kyo semakin memperkeras tangisnya. Airmatanya yang telah mengering karena kesedihan kini dapat keluar kembali..

“Mianhamnida…” kata Eun Kyo seraya melepas pelukan Donghae dan menghapus airmatanya.

“Gwaenchanayo. Bada pasti bahagia melihat kamu tidak lagi menangisi kematiannya.” kata Donghae seraya menepuk kepala Eun Kyo.

“Huwee..?? Bagaimana kamu tahu kalau anjingku bernama Bada..???” tanya Eun Kyo.

“Anni… Bukannya tadi kamu menyebut namanya..???” kata Donghae kelabakan. ”Sudahlah,lupakan..” lanjutnya.

“Ah,mian,aku boleh tanya..??” tanya Eun Kyo.

“Ne,tanya sajalah..”

“Mian,tapi tadi kulihat di punggungmu ada bekas jahitan yang panjang sekali. Apakah kamu tidak apa-apa..??” tanya Eun Kyo.

“Oh,luka ini. Luka ini aku dapat ketika menyelamatkan seseorang. Sama seperti anjingmu, aku juga menyelamatkan orang itu…” papar Donghae.

“Oh,lalu mana kekasihmu..?? Apa ia tidak marah tadi aku memelukmu..??” tanya Eun Kyo ketakutan.

“Tenang saja. Aku belum punya pacar. Oh ya, siapa namamu..??” tanya Donghae.

“Eun Kyo imnida.. 15 tahun. Salam kenal..” kata Eun Kyo memperkenalkan diri.

“Oh, Donghae imnida.22 tahun. Salam kenal juga.” Kata Donghae memperkenalkan diri sekali lagi. “Panggil aja Kyu, lebih singkat.”

“Ne oppa. Khamsahamnida..” kata Eun Kyo seraya membungkukkan badannya.

“Cheonnemayo..”

 

**

Setiap hari Eun Kyo menyempatkan diri untuk berjalan-jaln di tepi sungai Han. Berusaha mengingat kembali masa-masa bersama Bada. Tapi setiap hari pula ia bertemu Donghae. Eun Kyo sampai heran mengapa ia selalu bertemu Donghae.. Tapi semakin sering ia bertemu Donghae, entah kenapa ia merasa jatuh cinta pada Donghae. Ia semakin akrab dengan Donghae. Mereka bertukar nomor hp,berjalan-jalan bersama,berfoto bersama, persis seperti yang dilakukan pasangan-pasangan lainnya.

**

To: Eun Kyo

From: Donghae

Subject: Pengen pergi ke berbelanja..~

>_<

 

To: Donghae

From: Eun Kyo

Subject: Ayo pergi bersama.!!

 

To: Eun Kyo

From: Donghae

Subject: Aku punya tiket konser boyband kesukaanmu..!!! Super Junior,di bagian VIP..!! Ayo pergi..!!pergi..pergi…~

 

To: Donghae

From: Eun Kyo

Subject: Kajja..!!!! ^^

**

Tak terasa sudah hampir sebulan Eun Kyo dan Donghae berteman. Teman-teman Eun Kyo pada iri karena ia bisa mendapatkan seorang namja yang ganteng. Handphone Eun Kyo penuh dengan foto-fotonya bersama Donghae. Bahkan wallpaper Hpnya bergambar fotonya dan Donghae.

“Nes,kamu nggak mau nembak Donghae oppa saja..?? Kalian sudah seperti pacaran lho !” kata Hee Rin,teman sekelas Eun Kyo ketika pulang sekolah.

“Anni.. Aku memang menyukainya. Tapi aku takut kehilangan seseorang yang aku sayang bila nanti kami berpisah. Jadi cukup kami menjadi teman dekat saja..” jawab Eun Kyo perlahan.

“Eh,Eun Kyo, Donghae menjemput tuh..!!” tunjuk Hee Rin.

“Oh ya, itu dia.Ne.. Anyyeong..!!” salam Eun Kyo senang. Hee Rin hanya bisa tersenyum.

“Annyeong oppa..!! Tumben menjemputku kemari, ada apa..??” tanya Eun Kyo girang.

“Hanya kebetulan lewat dekat sini saja kok, jadi sekalian menjemputmu..Kamu mau jalan-jalan..??” tawar Donghae.

“Ne..!! Ayo kita berjalan-jalan ke sungai Han..!!” ajak Eun Kyo seraya menarik tangan Donghae dan mengajaknya berlari.

“Aiissh… pelan-pelan donk…” kata Donghae. Eun Kyo melepaskan tangannya.

“Yang paling terakhir sampai di tepi jembatan, harus mentraktir yang menang es krim..!!!!!” tantang Eun Kyo seraya berlari.

“Wah,curang kau..!!” jerit Donghae seraya mulai berlari.

“Hehehehe….!!!” tawa Eun Kyo. Mereka berkejar-kejaran hingga sampai di tepi jembatan sungai Han. Eun Kyo sampai terlebih dahulu.

“Yay..!!! Aku menang..!!! Oppa, belikan aku es krim..!!” pinta Eun Kyo senang.

“Aish.. Kamu curang..!! Ya sudah,tunggu sebentar..” kata Donghae seraya berjalan menuju gerobak penjual es.

“Nih,es krim kesukaanmu. Rasa coklat kan..??” kata Donghae seraya menyodorkan satu cone es krim rasa coklat.

“Yay..!! Benar.. Khamsahamnida oppa..!! Kapan-kapan lomba lari lagi ya..!!” kata Eun Kyo senang seraya mulai mencicipi es krimnya. “Hmm… enak..!!!”

“Aku mau..~” kata Donghae.”penjual es-nya sudah pergi… TT^TT”

“Ya sudah,ini cicip sedikit… Sedikit saja lho…” kata Eun Kyo seraya menyodorkan es krimnya.

“Tidak usah itu..” kata Donghae. “Yang ini saja…” cuupp…. dengan lembut bibir Donghae bertautan dengan bibir Eun Kyo.

“Hmm… Benar katamu. Coklatnya terasa sekali..” kata Donghae seraya menjilat bibirnya.

“Oppa… Kenapa oppa menciumku..??” tanya Eun Kyo. Pipinya memerah.

“Hmm… Ya,kamu ingat benda ini..??” kata Donghae seraya mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya. Eun Kyo melihat bandul kalung itu dengan penasaran.

“Ini….. Ini bandul kalung Bada… Yang sudah kubakar bersama mayatnya…” kata Eun Kyo perlahan. “Harusnya sudah terbakar. Lalu… Lalu kenapa bisa berada di tangan oppa..??” tanyanya terbata.

“Kamu ingat di bagian mana Bada terluka saat menyelamatkanmu..??” tanya Donghae sekali lagi.

“Di…Di punggungnya karena terkena pelat mobil….” kata Eun Kyo terbata. “Punggungnya sampai dijahit karena terus mengeluarkan darah saat di klinik hewan…”

“Ya. Lalu kamu tahu, apakah Bada sangat menyayangimu..??” tanya Donghae. Eun Kyo mengangguk pelan.

“Karena itu aku kembali lagi disini….” kata Donghae.

“Apa..??”

“Aku.. bereinkarnasi kembali menjadi manusia.. Aku kembali karena aku mencintaimu..” papar Donghae.

“Bohong..!!!!! Kamu pembohong..!!!!! Tidak usah pakai mengaku sebagai Bada..!!!! Pembohong…!!!!” jerit Eun Kyo seraya menjatuhkan es krimnya dan berlari pulang ke rumah sambil menangis.

 

+Eun Kyo home+

Tidak kusangka… Donghae oppa membohongiku dengan menggunakan nama Bada..!! Benar-benar menjijikkan..!!

Handphone Eun Kyo berbunyi. Lagu All My Heart berbunyi,tanda ada sms masuk. Eun Kyo mengambil Hpnya.

To: Eun Kyo

From: Donghae

Subject: Tak apa jika kau tak percaya. Memang ini sangat mustahil. Tapi tak apa, aku sudah menyatakan perasaanku padamu. Aku lega sekarang. Sekarang aku bisa menghadapi kematian dengan senyum. Kamu tahu, aku bertaruh kepada Tuhan bahwa kamu bakal menerimaku jadi pacarmu, sehingga Tuhan mengijinkan aku reinkarnasi menjadi manusia untuk satu bulan. Jika kamu menerima cintaku, aku dapat berubah menjadi manusia selamanya. Namun rupanya aku berharap terlalu banyak ya,hehehehe..^^ Terima kasih untuk memberiku kebahagiaan di satu bulan masa percobaan hidupku ini, Eun Kyo. Sekarang aku harus kembali ke kematian. Saranghaeyo.. My chagi..

 

Eun Kyo menitikkan airmatanya. Ia tidak percaya dengan apa yang sekarang tertulis di layar HPnya, tapi hatinya percaya. Tiba-tiba sms dari Donghae menghilang. Wallpaper Hpnya juga hanya menunjukkan foto Eun Kyo seorang,tanpa Donghae disana. Eun Kyo melemparkan Hpnya ke kasur dan bergegas pergi ke rumah kontrakan Donghae. Ia sudah pernah dua kali berkunjung kesana. Jadi Donghae pasti ada di sana. Eun Kyo percaya Donghae pasti ada di rumahnya. Dengan segenap kekuatannya ia berlari menuju rumah kontrakan Donghae, dan hanya mendapati seorang ahjumma berdiri disitu.

“Annyeong ahjumma, apakah Donghae ada..??” tanya Eun Kyo.

“Donghae..?? Tidak ada disini yang bernama Donghae..” jelas ahjumma itu.

“A..apa..?? Tidak mungkin.. Sampai kemarin ia masih tinggal disini kok..!!” sela Eun Kyo.

“Anni…Anni… Sejak 2 tahun terakhir tidak ada yang tinggal disini. Annyeong…” kata ahjumma itu seraya masuk ke rumah disebelahnya. Benar, di rumah yang pernah dikontrak Donghae terdapat tulisan ‘DIJUAL’. Eun Kyo berlari membuka pintu yang tidak terkunci itu. Ia mengitari seluruh rumah yang sudah penuh dengan sarang laba-laba, tanda lama tak dihuni orang.

“Huu…Huu..” tangis Eun Kyo seraya terduduk. “Donghae…!!!! Kembalilah..!!!! Huu…Huu… Na… Na do saranghaeyo..!!!!!!” tangis Eun Kyo semakin keras.

“Na do sarang..sarang…saranghaeyo…” terdengar suara Donghae dibelakang Eun Kyo.

“Donghae oppa..??” tengok  Eun Kyo. “Jinjja..???? Benarkah ini Donghae oppa..??? Apa hanya ilusiku saja..??” tanya Eun Kyo. Donghae mendekatinya dan mencium bibir Eun Kyo sekali lagi.

“Jika aku adalah ilusi, maka ciuman ini tidak akan berasa..untung Tuhan belum seutuhnya mengambil nyawaku..” kata Donghae. ”Saranghaeyo Eun Kyo..”

 

————————————————————————————————————————————–

Akhirnya…. Selese…~

Hahahahahaha…………… malu ndiri pas mbuat…~

Yang lain tunggu ya…

RCL..RCL… ^^

 

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 14, 2011 in FanFict Pesanan, FanFiction, Happy Ending, Romance

 

::_Song Aeri-Organ_::

Title                       : Organ

Cast                       : Sungmin, Song Aeri, Yesung, Ryeowook

Genre                   : Angst, Romance

Warning               : Genre swich, character death

A/N                        : Based on comic with the same title,the different just time,place,some accident, and character. Maaf,aku buat couple sendiri,hehehehe..^^v

©Author POV, Seoul,tahun 202x©

“Sungguh gempa bumi yang hebat…”

“Apakah ini benar-benar kota Seoul yang ramai itu? Sedih sekali rasanya.”

“Seperti habis perang,ya”

“Gereja ini rangkanya saja tidak ada,benar-benar roboh.”

“Sekarang harus bagaimana?”

“Ayo Ryeowook,bantu ibu! Kita harus segera ke pengungsian.”

“Tunggu bu! Aku melihat sebuah organ dibawah reruntuhan gereja itu!”

©Seoul tahun 194x©

“Aeri.. Song Aeriie..”panggil seseorang. Seorang gadis berkepang dua menoleh ketika namanya disebut.

“Iya ahjussi?”

“Ada kiriman nih,tolong dihantar ya ke rumah keluarga Shin. Di dekat rumah walikota Jung. Kamu ngerti tempatnya?”tanya ahjussi.

“Ngerti kok. Aku pergi ya!”balas Aeri riang. Ia memang gadis yang riang. Ia adalah gadis yatim piatu yang tinggal di rumah saudaranya yang pemilik toko buku kecil di Seoul. “Cepetan ya,dikirim! Benda itu penting sekali!”

Aeri berlari seraya bersenandung riang. Ia sangat menikmati udara di musim dingin itu.

BUK!

“Ah!”rupanya karena terlalu asyik memandang langit Aeri menabrak seorang namja yang sedang berjalan berlawanan. “Maaf.”katanya,lalu segera berlari terburu-buru. Ia tidak tahu bahwa notes kecil miliknya,yang selalu dibawa dibalik hanboknya jatuh. Namun namja itu melihatnya. Ia membungkuk dan mengambil notes kecil itu.

“Hei… Jatuh,nih..”jeritnya. Namun Aeri tidak mendengarnya. Ia sudah buru-buru jauh berlari. Namja itu menunduk dan membuka lembaran sampul notes itu,barangkali ia dapat menemukan tempat tinggal pemiliknya,jadi ia dapat mengembalikannya. Namun tidak ada tulisan nama dan alamat disitu. Yang ada hanya tulisan “Kumpulan Puisi”.

©Author POV end, Aeri POV©

“Saya pamit,permisi!”

“Ya,sama-sama,terima kasih Aeri-ssi!”

Aku melangkah keluar dari rumah keluarga Shin yang besar dan mewah. Brr,dingin.. Ingin buruan samapi rumah..

Aku mulai mempercepat langkahku. Tiba-tiba sebuah butiran halus melayang perlahan di depan wajahku.

“Wah.. Salju pertama!”seruku riang. Aha! Gejolak perasaan ketika melihat salju pertama! Aku akan menulis puisi tentang itu!

Aku merogoh kantung hanbokku. Lha! Lho. Lho. Lho. Buku noteku nggak ada!

Aku terus merogoh kantung hanbokku. Berusaha mencari-cari,siapa tahu terselip.

Jangan-jangan jatuh! Aduh.. Gimana nih! Kalau tulisan pribadiku kebaca orang,mending mati deh..! Terutama puisi tentang ubi kemaren..!! >//<

Ubi

Karya: Kim Song Aeri

Ubi,kenapa enak sekali.

Baik dikukus maupun dibakar sama enaknya.

Kalau meninggal ketimpuk ubi raksasa,aku tidak keberatan..

Ah.. Malu banget..

Aku berjalan sambil menagis pelan. “Bagaimana jadinya kalau aku dituduh orang gila? Yang mau saja mati tertimpa ubi raksasa..??!! Hiks..”aku terus mebodoh-bodohkan diriku. Bagaimana bisa aku kehilangan buku yang amat penting bagi hidupku..??!!

Tiba-tiba kudengar bunyi piano yang mengalun lembut. Kucari arah suara lembut itu. Rupanya berasal dari gereja didepanku.

“Siapa yang lagi main musik di gereja,ya..”batinku seraya berjalan mendekati jendela gereja yang terbuka lebar. “Walau sedang panik,kalau mendengar melodi seindah ini aku jadi terlena…”batinku senang.

“La..La..Oh ubi…~ Mengapa begitu enak.. Baik dikukus maupun dibakar,enak rasanya,huwooo..~”nyanyi seseorang. Telingaku langsung menegang. Itu kan puisi ubiku..!!!

BRAK

“Hei..! >//<”aku langsung melompat masuk lewat jendela. Kulihat namja yang tadi pagi kutabrak sedang memainkan piano seraya menyanyi.

“Kamu! Seenaknya masukin puisi orang lain ke dalam lagu!”Aku menunjuk namja itu dengan jariku. “Kembalikan!”

“He.. Ini kumpulan puisi?”tanyanya dengan nada menyindir. “Mau jadi penyair? Kamu nggak berbakat,mending nggak usah lah…”lanjutnya seraya tertawa.

“Ini kan hobiku..!!”kataku geram seraya mengambil notes puisiku dari atas piano. “Aku akan jadi penyair terkenal,lalu menjadi guru..!!”jeritku kesal,lalu berjalan dengan menghentakkan kakiku dengan kesal, lalu melompat keluar lagi lewat jendela.

BRAK!

Aku membanting tutup jendela gereja,lalu bergegas pulang ke rumah.

©Aeri POV,di toko buku©

“Kenapa sih namja itu!”kataku geram seraya membanting-banting buku dagangan ke raknya. Sebel..!! Nyebelin..!! Nyebelin..!!

“Hei, Song Aeri! Hati-hati dong!”marah ahjumma sambil memukul pantatku dengan sapu. Ia memang sedang menyapu ruangan.

“Ma..Maaf…”kataku ketakutan. Ahjumma kalau marah menakutkan!

“Permisi.. Aku ingin membeli buku ini.” Kata seorang yeoja cantik memecahkan amarah marah ahjumma. Aku bergegas menuju meja kasir.

“Oh.. Iya. 80 won.”kataku tergagap. Aku memandangi gadis itu sekali lagi. Chogorinya(jaket pendek dengan lengan panjang,dengan pita panjang) berwarna putih dengan dihiasi pinggiran berwarna krem,chimanya(pakaian panjang hingga kaki dan lebar bagian bawahnya) berwaran hijau pastel. Rambutnya diikat pita hijau patel yang senada dengan chimanya. “Yeoja yang modis sekali”pikirku. Yeoja itu memandangku.

“Ada apa? Heran melihatnya?”tanyanya ketus.”Sekarang kan sudah biasa hanbok berwarna-warni..”

“Iya,maaf..”kataku pelan. Memang sudah biasa hanbok berwarna-warni. Tapi sepertinya hanbok ini terlihat mewah sekali. “Ini bukunya,terima kasih.”kataku seraya mengulurkan bukunya,setelah kubungkus kertas. Yeoja itu mengambilnya dari tanganku dengan lembut. Kupandangi tangannya yang putih,bersih,dan mulus. Kupandangi tanganku yang kasar dan kotor. Aku jadi malu..>,<

Gadis itu menoleh,dan tiba-tiba membuatku terkejut karena tiba-tiba ia berteriak pelan.

“Sungmin..!!”jeritnya perlahan. Seseorang yang dipanggilnya ‘Sungmin’ itu datang dan masuk ke dalam toko buku.

“Tumben ada di tempat kayak gini.. Hei.. Yesung..”sapa namja yang bernama ‘Sungmin’ itu. “Lho!?”

Aku bergidik. Itu namja yang tadi kutemui di gereja!

“Lho,kamu pelayan di toko buku ini?”tanyanya. Aku segera memalingkan  wajahku.

“Kenalanmu?”tanya yeoja yang ternyata bernama Yesung itu.

“Aha.. Dia penyair yang hebat!”timpal Sungmin dengan santai. Tiba-tiba ia menggumam, ”Oh ubi, kenapa begitu lezat.. Gitu kan?” sindirnya seraya tertawa. Aku segera menumbuk namja itu dengan buku kas yang terdapat di meja kasir.

“Jangan lewat sini lagi,ya!”jeritku marah,ketika Sungmin dan Yesung melangkah keluar dari toko buku,sementara Sungmin masih tertawa dengan puas.

DZIGH

Tiba-tiba ahjumma memukul kepalaku dengan kamus sastra Korea yang amat tebal.

“Kamu kok gitu sama anak saudagar kapal besar.!!!”amuknya. “Mau menghancurkan toko ini ya?”

“Hah? Anaknya..?”tanyaku bingung seraya memegangi kepalaku yang nyut-nyutan ditimpuk kamus sastra Korea yang tebal itu.

“Iya! Namja itu anaknya saudagar besar kapal! Tunangannya dengan putri pewaris utama keluarga Lee! Pewaris utama presiden Korea..!!”amuk ahjumma lagi. Aku hanya melongo. Benar-benar pasangan kelas atas..

©Toko buku,keesokan harinya©

“Jadi ini berapa?”tanya seorang namja. Aku yang sedang merapikan buku,terkejut jadinya.Sungmin!

“300 won!”kataku ketus. Buku tipis itu sebenarnya hanya 100 won,tapi aku memahalkannya khusus untuk namja payah itu.

“Nih..”katanya pelan seraya menyerahkan 300 won ke tanganku. Aku memandang uang yang diletakkannya di tanganku. Aku mengambil 100 won,dan memberikan yang 200 won kembali padanya.

“Calon guru tidak boleh bohong..”kataku pelan,merasa menyesal telah berbohong.

“Sebelum ini kamu juga sudah cerita..”katanya perlahan. “Padahal sekarang aja kamu ngga sekolah.”

“Sekarang sih begini keadaannya.”kataku datar,lalu tersenyum .“Tapi nanti ahjussi,seorang yang baik hati akan bilang ke gini ’kerjamu baik,kamu boleh ke akademi guru mana aja.’ Setelah itu impianku pun akan terkabul! Begitu anganku! ^^”

“Oh..”sambut Sungmin.

“Kamu pemain organ?”tanyaku tiba-tiba. Teringat bahwa ia sangat mahir memainkan organ.

“Yang benar saja! Aku kan anak tunggal saudagar kapal! Begitu lulus sekolah sudah pasti aku harus melanjutkan pekerjaan orangtua!”jawabnya ketus.

“Ngapain juga ngerjain hal sia-sia. Padahal kamu bagus sekali main organnya.”nasihatku,tanpa memperdulikan jawaban ketusnya.

“Kalau organ,sih.. Cuma latihan sebentar siapa juga bisa memainkan.”

“Gitu ya?”jawabku polos. “Oh, ya.. Lagu yang kudengar waktu itu.. Lagu apa,sih Lagu barat? Puisiku memang hancur,tapi.. Musiknya bagus sekali..”tanyaku sambil memujinya. Sungmin tercengang.

“Itu kan.. Lagu buatanku!”kata Sungmin tiba-tiba.

“Waaaah…Hebaaat!”seruku kaget.

“Setiap hari minggu.. Aku main organ di gereja itu. Dateng dan dengar lagi ya!”katanya memaksa dengan wajah malu,lalu berlari keluar dari toko buku. Meninggalkanku yang memandangnya dengan heran.

©Hari minggu pagi,di depan gereja,Song Aeri POV©

Aku sengaja berjalan melewati gereja. Kudengar sebuah alunan organ yang indah. Aku berdiri di depan gerbang gereja,menikmati alunan organ yang indah itu.

“Oh,mau ikut misa ya.??”tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku. Kulihat seorang ibu yang berwajah bule sedang berdiri dibelakangku. “Ayo masuk..”katanya seraya menyeretku masuk.

“No..No.. I am belum bath..”kataku panik dalam bahasa inggris yang ngasal banget.

“Hohoho.. Siapa saja boleh masuk ke gereja kami kok..”kata ibu itu. Ternyata walaupun wajahnya bule ia berbicara Korea. Aku baru tersadar.

“Silahkan,kami sedang menyanyikan lagu pujian..”kata ibu itu seraya menuntunku masuk ke dalam gereja. Ibu itu membuka pintu. Aku tercengang mendengar bunyi alunan organ yang dari dekat terasa lebih indah itu. Aku melihatnya. Aku melihat Sungmin sedang memainkan organnya dengan gembira. Anak-anak koor menyanyi dengan suara merdu mereka,memperindah alunan organ itu. Wajah Sungmin terlihat senang. Aku terpana. Ya Tuhan,aku jatuh cinta pada tunangan orang lain!

Ketika misa telah usai dan semua orang telah pulang,aku datang menghampiri Sungmin yang masih duduk di tempatnya dan merapikan organ setelah dipakai.

“Kamu.. Tadi hebat..”kataku memuji. Sungmin menatapku.

“Aku belum hebat…”balasnya rendah hati. “Aku ingin bikin lagu. Aku ingin mewariskan laguku.. Jadi setelah aku meninggal… Lagu itu bisa terus-menerus dimainkan.”katanya pelan. “Sebenarnya aku ingin bersekolah di sekolah musik.. Tapi orangtuaku sama sekali tidak mengijinkan..”ceritanya. Aku terdiam.

“Beratnya beban hidupku berbeda denganmu,ya.”kataku,akhirnya menimpali. “Tapi.. Aku ingin dengar.. Dan melihat dengan mataku.. Musikmu yang bisa membuat orang tergugah seketika.”lanjutku malu.

“.. Kalau bersamamu,aku merasa bisa..”kata Sungmin dengan tegas. Ia mendongakkan kepalanya,menatapku. Lalu berdiri dan mengecup lembut bibirku. Aku terdiam dan menikmati bibirnya. Oh Tuhan,aku sungguh berdosa merebut tunangan orang..

©Keesokan harinya di toko buku, Song Aeri POV©

BAK! BUK!

“Kamu punya niat apa ke Sungmin?”jerit Yesung seraya melemparkan buku-buku yang berada di meja kasir. Ia menahan tangisnya. “Gara-gara mau jadi pemusik,dia bertengkar dengan ayahnya dan tidak dianggap anak lagi!” Ia terus menerus melemparkan buku-buku ke arahku. Aku melindungi wajahku dengan tanganku.

“Impianku.. Impianku ingin menjadi menantu dari keluarga Sungmin,hancur..”katanya seraya menangis. “Padahal impianku hanya ITU…!!!”tangisnya meledak. Ia menunduk dan terus menangis. Pengasuhnya yang datang bersamanya menenangkannya dan menuntunnya pergi. Aku hanya bisa memandangi kepergiannya dengan perasaan bersalah.

Aku berlari menuju gereja. Di tengah perjalanan kulihat Sungmin sedang berjalan menuju gereja sambil membawa satu koper besar. Aku berlari menyusulnya.

“Aku sudah dengar masalahmu. Lalu sekarang bagaimana?”tanyaku panik.

“Tenanglah, aku akan tinggal di gereja sementara. Lalu cari kerja,mengumpulkan uang untuk masuk ke sekolah musik..”katanya menenangkanku.

“Tapi semua tidak semudah itu!”kataku khawatir. Sungmin memegang tanganku.

“Sejak aku mengenal kerja kerasmu,tidak ada yang berat bagiku.”katanya menenangkan. Aku melihat genggaman tangannya yang putih dan halus. Meskipun begitu.. Tanganku kasar. Tangan Sungmin sama dengan Yesung. Halus dan putih.. Aku berbeda dengannya. Tak seharusnya aku merebut Sungmin dari Yesung..

©©

Setiap hari Sungmin bekerja dan terus bekerja. Ia melakukan berbagai macam pekerjaan kasar. Mulai jadi kuli angkut di pelabuhan,hingga membantu mengangkat barang di pasar. Aku terkadang kasihan melihatnya terus menerus bekerja sekuat tenaga.

“Uangnya belum cukup. Harus kerja dan kerja..”katanya ketika aku datang ke gereja ketika sore. Sungmin sedang tiduran di kursi umat yang kosong. Aku memandangnya dengan perasaan bersalah. Andaikan aku tidak memaksanya menekuni organ,tidak mungkin ia tersiksa seperti saat ini..

“Ah.. Aku baru bikin lagu..!!”katanya tiba-tiba seraya terbangun. “Lagunya bagus! Judulnya Our Love!”lanjutnya seraya berjalan menuju organ. Ia duduk dan mulai memainkan jarinya di atas tuts organ. Organ itu,suaranya terasa lebih khidmat dari biasanya. Suaranya.. Bagaimanapun,pasti suatu saat nanti lagu ini menyebar ke seluruh dunia. Tapi ada beban di kepalaku. Aku.. rasanya telah memporak porandakan kesejahteraan yang telah ia miliki sejak lahir..

Sungmin mulai menyanyi sambil memainkan lagunya..

Ttareureung sori jeonhwareul deulmyeon (When I hear the ringing sound of the phone )

deullyeo-oneun geudae mokssori (The sound of her voice )
bogopeun ma-eum ganulsu eopsseo (Unable to hide a longing heart )
keunmammeokkko jeonhwahaetttaeyo (Courageously she called )

 

haenimi bangshil dalnimi binggeut (The sun smiles, the moon smiles )
urideurui sarangeul (It’s like they’re watching over our love )
jikyeobwa juneun geot gatayo (Feel it with your heart )

 

gaseumeuro neukkyeoboseyo (How much I’m in your heart )
nan eolmamankeum geudae-ane inneunji (Speak with those lips )
geu ipssullo malhaeboseyo (For a long while )
oraejeonbuteo (Saying that)
nareul saranghaewatttago mari-eyo (You’ve come to love me)

“Kenapa menangis?”tanya Sungmin. Ia menghentikan permainan organnya. Aku mengusap air mataku.

“A.. Aku terharu.”kataku malu. Tidak! Aku merasa bersalah karena membuat hidupmu menderita!

“Ah iya,ada berita bagus.. Gereja ini akan mendapat pipe organ!”katanya bersemangat.

“Pipe organ!?”tanyaku tak percaya.

“Iya,katanya ada beberapa di gereja di gereja pusat,dan mereka akan mengirimkan kita satu..!!”sahut Sungmin lagi. “Aku pernah mencoba memainkan pipe organ dan suaranya bagus sekali!! Aku akan ikut nanti ke gereja pusat untuk ikut mengangkutnya kesini. Bisa dapat upah kayaknya..^^”serunya menggebu-gebu. “Ah,sudah jam 6,saatnya mengambil pipe organ! Aku pergi dulu ya!”

“Ya,hati-hati ya.”kataku ikut bersemangat. Aku melambaikan tanganku lemah. Tak kusangka,itu terakhir kalinya aku melihatnya.

Malam itu,terjadi gempa di Seoul. Setengah dari wilayah pusat Seoul rata dengan tanah,dilanda gempa bumi yang hebat.

Dan Sungmin..

Menurut berita ia meninggal tertiban pipe organ…

©©

“Kamu penyebabnya..!!!”jerit Yesung ketika aku bertemu dengannya di upacara kematian massal yang diadakan oleh pemerintah Seoul. “Kalau saja dia tidak bertemu denganmu. Dia tidak akan meninggal dengan sengsara.!!!”jeritnya histeris. Airmata seakan tak berhenti mengalir melewati pipinya. ”Dasar pembawa SIAL..!!”kutuknya. Ia menangis semakin kencang. Beberapa kerabat Sungmin mendekatiku dan menyeretku keluar dari ruangan. Itulah terakhir kalinya aku bertemu dengan Yesung.

“Aeri,ahjussi ingin bertemu denganmu..”kata ahjumma,sepulangku dari upacara pemakaman massal.

©©

“Hah? Nikah?”seruku bingung.

“Terus menerus memikirkan namja yang sudah meninggal tidak baik,bukan? Setelah mendengar kisahmu,ada seseorang yang suka sama kamu. Hal yang perlu disyukuri bukan?”papar ahjussi,lalu berjalan keluar meninggalkanku seorang diri.

“…Tunggu dulu..”kataku mengelak. “Aku masih ingin tinggal disini.. Dan,gimana dengan akademi guru..”

“Song Aeri!”sela ahjumma. “Kamu tidak mengerti,ya ? Suamiku ingin menyingkirkan engkau. Karena kamu bermasalah dengan nona Yesung,toko kami jadi banyak masalah. Untuk terakhir kalinya.. Kuminta kamu mau menghormati permintaan suamiku..”

Aku terdiam. Aku memang sudah banyak menyusahkan ahjumma dan ahjussi..

©©

Akhirnya,hari pernikahanku datang. Nyanyian cinta mengalun dari rumahku, dinyanyikan dengan merdu.

“Semoga,kalian berbahagia..”kata pendeta. Aku dan suamiku menunduk,memberi hormat kepada ahjumma dan ahjussi. Suamiku memberiku cawan kecil berisi teh yang telah diminumnya sedikit,tanda bahwa kami berjanji untuk saling berbagi. Tanganku bergetar ketika mengangkatnya. Air mataku menetes. Sampai disini kah aku? Aku mengkhianati cinta yang telah diperjuangkan Sungmin.

Aku mulai meminum dari cawan itu.

Sungmin..

Maafkan aku..

©Author POV, Mokpo,tahun 202x©

“Beberapa bulan setelah bencana.. Di tempat pengungsian,orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal telah mulai menjalani hidup dengan tenang. ”suara TV memenuhi ruangan.

“Seoul menjadi tempat yang memilukan,ya.”

“Katanya sebelum nenek Song Aeri menikah dan pindah ke Mokpo,sempat tinggal di Seoul ya? Sedih dong..”

“Benar  ya nek?”

“Kayaknya nggak dengar deh. Nenek kan sudah tua,pendengarannya mulai berkurang.”

“Sudah habis ya..”kata Song Aeri dengan suara bergetar. Matanya masih tidak menghadap televisi. Di dalam ingatannya pun,yang sudah berlalu,yang akan datang dan mimpinya,sudah dihapuskannya.

“Berikutnya,laporan dari para pekerja sukarela.. Kim Ryeowook,seorang siswi SMA berkeliling ke berbagai tempat dan memberikan semangat kepada semua korban.”

“Hai,aku Kim Ryeowook. Sebenarnya beberapa bulan yang lalu aku menemukan sebuah organ yang tertimbun di sebuah reruntuhan gereja. Organ yang kuat,tidak rusak setelah terkena gempa!”cerita Ryeowook dengan semangat. “Didalamnya juga terdapat notasi musik” lanjut Ryeowook seraya menunjukkan notasi music itu ke layar kamera. Song Aeri tertegun menatap judul di kertas yang tertera di layar kaca. ‘Our Love’

“Namun ini lagu yang belum pernah kudengar. Benar-benar lagu yang sedih,namun indah. Mungkin ada pendengar yang ingin mendengarkannya. Aku juga telah belajar sedikit memainkannya. Silahkan dengar..”

Ttareureung sori jeonhwareul deulmyeon (When I hear the ringing sound of the phone )

deullyeo-oneun geudae mokssori (The sound of her voice )
bogopeun ma-eum ganulsu eopsseo (Unable to hide a longing heart )
keunmammeokkko jeonhwahaetttaeyo (Courageously she called )

 

haenimi bangshil dalnimi binggeut (The sun smiles, the moon smiles )
urideurui sarangeul (It’s like they’re watching over our love )

jikyeobwa juneun geot gatayo (Feel it with your heart )

 

gaseumeuro neukkyeoboseyo (How much I’m in your heart )
nan eolmamankeum geudae-ane inneunji (Speak with those lips )
geu ipssullo malhaeboseyo (For a long while )
oraejeonbuteo (Saying that)
nareul saranghaewatttago mari-eyo (You’ve come to love me)

“Wah,bagus sekali.. Lagu siapa ini..??”

“Aku ingin mempelajarinya..!! Lagu ini bagus sekali..!!”

“Pasti pembuatnya sangat mencintai pasangannya..”

Aku.. Ingin mewariskan laguku..

Jadi setelah aku meninggal,akan ada orang lain lagi yang memainkannya.

“Nenek Song Aeri..?? Lho,kenapa nenek menangis.??”

Terdengar,Sungmin..

Sekarang,menembus ruang dan waktu..

Suara organmu yang kini  memenuhi impian dan harapan..

Dimainkan di kota Seoul..

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 12, 2011 in FanFict Pesanan, FanFiction, Romance, Sad Ending, Sad Story

 

Tag: , ,

★ ELF的未來 ★ Masa Depan ELF ★

TAKEN FROM Nonie Lie’s note
轉載:百度吧二轉:青椒盈 三轉:Noni
TAKE OUT WITH FULL CREDITS

今天是她結婚的日子,她穿著白色的婚紗挽著一個男子的手,走進了金色的禮堂。禮堂里放的不是結婚進行曲,這首歌很陌生但是又很熟悉,時代流失,它被人們漸漸遺忘。
Hari ini adalah hari pernikahan dia, dia mengenakan gaun putih dan bergandengan dengan tangan seorang pria, memasuki ruangan pernikahan berwarna emas. Lagu yang diputar bukanlah lagu pernikahan, lagu ini sangat aneh tapi sangat akrab di telinga, jaman telah berubah, lagu ini perlahan telah dilupakan orang.

音樂從一張泛黃的CD里放出,它吃力的轉著,為新婚的人添加濃郁的甜蜜气息。
Musik ini keluar dari sebuah CD yang telah menguning, tetapi dia tetap berusaha berputar, demi menambahkan suasana romantis bagi yang menikah.

來參加婚禮的人都在交頭接耳,為什么不放結婚進行曲?為什么放這种听不懂的歌,但他們并不知道,這首歌象征著幸福。
Para undangan saling berbisik, mengapa yang diputar bukan lagu penikahan? Mengapa memutar lagu yang tidak jelas ini, tapi mereka tidak tahu bahwa lagu ini sangatlah bahagia.

這首歌叫《marry u》
Lagu ini berjudul 《marry u》

結婚的禮堂是金色的,但是所有的花都是一种很暗的顏色,這种顏色,被她叫做寶藍色。
Ruangan pernikahan ini bewarna emas, tapi seluruh bunga yang ada bewarna gelap, warna ini dinamakannya Sapphire Blue.

今生她終于找到了歸宿,但是她的心始終沒有被愛填滿,她的心中,永遠留著十三個位子,這些位子,任何東西都不能代替。
Dia akhirnya menemukan pasangan hidupnya, tetapi hatinya tidak pernah mencintai sepenuh hati, dalam hatinya, selalu tersedia 13 tempat, tempat ini, tidak akan ada hal yang bisa menggantikannya.

她一生中除了她的丈夫,還有十三個男孩子。她并不是花心,反而是鐘情。
Dalam kehidupan dia, selain suaminya, masih ada 13 orang pria. Dia bukanlah playgirl, melainkan orang yang setia.

交換戒指的時候,她幸福的笑了,他們宣誓一輩子一起。
Saat bertukaran cincin, dia tersenyum bahagia, mereka berkomitmen selalu bersama.

他們有了自己的孩子,是個漂亮的女孩。
Mereka akhirnya mempunyai anak sendiri, seorang putri yang cantik.

今年上初中。
Tahun ini masuk SMP.

女儿高興的開門回家,拉住她說,今天她買到了某某明星的海報,女儿驕傲的說,那是韓國最紅的組合,他們的前輩叫S什么的,也是紅遍亞洲的組合,還有他們的老前輩,更是一個奇跡。
Putrinya pulang rumah dengan bahagia, menarik tangannya dan berkata, hari ini dia membeli poster artis XXX, putrinya dengan bangga mengatakan, mereka adalah grup korea yang paling terkenal, senior mereka bernama S apa gitu, yang juga merupakan grup yang terkenal hingga seluruh Asia, dan juga senior mereka merupakan suatu keajaiban.

她沒有說什么,只是欣慰的一笑。這些她都知道。
Dia tidak berkata apa, hanya tersenyum. Hal seperti ini dia juga tahu.

女儿忙著貼海報,他也去幫忙,海報上是几個笑得很帥气的少年,就像當年的他們。她輕輕的說了一句:長得還不錯。女儿還是听到了,興奮的拉住她,真的嗎?媽媽說他們帥,真的嗎……
Putrinya sibuk menempel poster, dia juga membantunya, poster ada beberapa anak muda yang tersenyum dengan cakep, seperti waktu mereka dulu. Dia berkata dengan pelan : “Lumayan cakep”. Putrinya mendengar dan langsung berkata “Benarkah? Mama mengatakan mereka cakep, benarkah?”

她還是沒有說什么,她又能說什么,當年的她,和女儿一樣不是嗎?
Dia tidak mengatakan apapun, apa yang dia bisa katakan? Dia waktu itu, sama seperti putrinya, bukankah?

女儿漸漸的大了,到了初三,女儿想買一個手机,并為了這件事吵了好几天,說一定要買一個她喜歡的組合代言的手机。
Putrinya perlahan-lahan telah dewasa, telah memasuki SMP kelas 3, putrinya ingin sekali membeli sebuah HP. Dan gara-gara masalah ini, telah ribut beberapa hari, mengatakan bahwa dia harus beli HP yang diiklankan oleh grup yang dia sukai.

在一天晚上,她拿出了一個盒子,打開給女儿看,里面是一個棕色的很精美的手机,女儿很喜歡,她告訴女儿,這是她最喜歡的手机,叫OPPO。
Di suatu malam, dia mengeluarkan sebuah kotak, membukanya dan memperlihatkan kepada putrinya, didalamnya ada sebuah HP yang sangat indah warnanya, putri sangat menyukainya, dia mengatakan kepada putrinya bahwa itu adalah HP kesukaan dia, namanya OPPO.

女儿很開心,問媽媽什么時候買的,她說,很久以前了。
Putrinya sangat bahagia dan bertanya kapan belinya. Dan dua berkata telah lama sekali.

是啊,很久以前,還有一首歌,叫《迷》
Benar, telah lama sekali, dan ada sebuah lagu bernama 《迷》(Me)

之后的一個禮拜,女儿在手机里下載了好多歌還有圖片,總是問媽媽,哪個男生好看,而她也總是認真的去選,在女儿眼里,媽媽很可愛呢。
Setelah seminggu, putrinya mendownload beberapa lagu dan gambar, dan selalu bertanya mamanya, pria mana yang cakep, dan dia juga selalu memilihnya dengan serius, di mata putrinya, mamanya sangatlah lucu.

但是不好的事情總是會發生。
Tetapi, masalah yang tidak baik pasti juga akan terjadi.

一天放學,女儿心情很不好,手里拿著什么但又不敢拿出來,她讓女儿拿出來,說沒關系的。女儿顫抖的手伸了出來,她看到后,心完全涼了……
Suatu hari setelah pulang sekolah, suasana hati putrinya sangat tidak baik, ditangannya sedang memegang sesuatu tetapi tidak berani mengeluarkannya. Dia meminta putrinya untuk memperlihatkannya dan berkata tidak akan ada apa-apa. Putrinya menunduk sambil mengulurkan tangannya, setelah dia melihatnya, suasana hatinya langsung berubah….

是手机的碎片。
HP nya rusak.

今天女儿在天台玩的時候,不小心失手把手机掉了下去,下去間的時候,已經是碎片了。她很生气,跑進了房間關住了門。
Hari ini saat putrinya bermain di atap, tidak sengaja membuat HP nya jatuh dan ketika turun ke bawah dan melihatnya, HP nya sudah rusak. Dia sangat marah dan masuk ke kamar dan menutup pintu.

她的丈夫走過來拉住女儿的手說,你怎么這么不小心,你不知道這個手机對你媽媽來說是多么重要?
Suaminya langsung datang dan memegang tangan putrinya berkata mengapa dia begitu tidak hati-hati, apakah kamu tidak tahu bahwa HP tersebut sangatlah berarti bagi mamamu?

女儿不理解,到底是哪里重要了?
Putrinya tidak mengerti dimana letak keberartiannya.

是外形?价格?還是……
Apakah bentuknya? Harga? Atau….

其實都不是,重要的是 —— 意義和回憶。
Sebenarnya bukan, yang terpenting adalah — Makna dan Kenangan.

4.整個晚上她都沒有出來,只是在房間里看著手机碎片,心也一起碎了。
Sepanjang malam dia tidak keluar, hanya berada di dalam kamar sambil meratapi HP yang telah rusak, hati juga ikut rusak.

第二天,對她來說是個重要的日子。
Hari selanjutnya, merupakan hari yang terpenting bagi dia.

十一月六日。是他們的生日。她永遠不會忘了這天。
Nov.06 merupakan hari ulang tahun mereka. Dia tidak akan pernah melupakan hari ini.

以前的同學已經打電話來叫她參加妖精聚會了,雖然都是媽媽了,但是愛卻依然在不是嗎?等她們老去,再來回味的時候,是最幸福的時候,不是嗎?
Teman sekolah dia dulu telah menelepon dia meminta untuk menghadiri pertemuan ELF, meskipun semuanya telah menjadi ibu, tetapi bukankah cinta mereka tetap ada? Setelah mereka tua, lalu kembali mengenang waktu dulu, bukankah itu hal yang paling bahagia?

她讓自己盡量忘了手机的事情,她第一次化了妝,平時的她總是素顏,這次,她花了寶藍的眼影,寶藍的裙子。
Dia berusaha untuk melupakan masalah HP, dia pertama kali make-up, biasanya dia selalu make-up santai, tetapi kali ini dia make-up warna Sapphire Blue, memakai rok bewarna biru.

女儿第一次看到這樣的媽媽,問爸爸,媽媽怎么了。
Putri pertama kali melihat mamanya seperti itu, bertanya kepada papanya, “Apa yang terjadi dengan mama?”

爸爸笑了笑說,她今天要去找回她的記憶。
Papanya tersenyum dan berkata “Hari ini dia pergi mencari kenangan dia”.

太深奧的話,女儿沒有听懂。只是感覺,今天的媽媽,好像很幸福,很開心。
Kata yang terlalu dalam, putri tidak mengerti. Tetapi dia merasa mamanya hari ini terlihat sangat bahagia, sangat senang.

5.這次的聚會報了一個包廂,她一走進樓梯就听見了SS,那一瞬間,她好想哭,但她堅持走到了房門口,打開門。是熟悉的面孔,有十二個人,每個人都是妖精,每個人都有自己的本命,還差一個,就是她。
Pertemuan kali ini mereka menyewa 1 ruangan. Dia baru berjalan sampai tangga, sudah mendengar lagu SS, saat itu, dia langsung ingin menangis, tetapi dia menahannya dan berjalan hingga pintu ruangan, dan membuka pintu. Melihat wajah-wajah akrab, ada 12 orang, tiap orang merupakan ELF, tiap orang mempunyai julukan masing-masing, tetapi masih kekurangan seseorang, yaitu dia sendiri.

她們玩的很開心,時間好像穿梭到了十几年前,那時候的她們,還是少女。
Mereka melewatinya dengan bahagia, serasa waktu kembali ke puluhan tahun yang lalu, waktu itu, mereka masihlah anak muda.

回去的路上,她看到了買海報的地方,走過去,很多的海報雜志和貼紙,以前的以前,那里擺著的是他們的東西
Saat perjalanan pulang, dia melihat tempat penjualan poster, mereka berjalan ke sana, sangat banyak poster, majalah dan stiker. Dulu dulunya, disana yang tersusun adalah barang mereka.

她幫女儿買了女儿喜歡的明星貼紙,雖然老板用异樣的眼光看著她,她也無所謂,她明白,這种愛,是局外人理解不了的。
Dia membantu putrinya membeli stiker group kesukaan putrinya, biarpun bos menatapnya dengan aneh, dia tidak peduli, dia mengerti bahwa cinta seperti ini, orang lain tidak akan mengertinya.

回家后女儿很詫异,她只是淡淡的說,因為心情好就買了。
Pulang hingga rumah, putrinya terkejut, dia hanya berkata dengan pelan karena suasana hatinya baik maka membelinya.

女儿很開心,她覺得她很幸福,說人的媽媽都不許儿女追星,但媽媽卻那么理解。
Putri sangat bahagia, dia merasa sangat bahagia, bilang mama orang lain tidak mengizinkan anaknya mengejar artis, tapi malah mama begitu mengerti dia.

她摸摸女儿的頭,心想
Dia mengelus kepala putrinya, dalam hati berkata

[傻瓜,因為媽媽理解你啊]
[Bodoh, karena mama mengerti dirimu ah]

這是一個周末。
Hari ini merupakan akhir pekan.

她帶著女儿回了外婆家,那是她喜歡的地方。
Dia membawa anaknya pulang ke rumah neneknya, di sana merupakan tempat favoritnya.

女儿和外婆開心的交談著,她來到了自己的房間,什么都沒有變,牆上是滿滿的海報,以前的電腦也還在,她打開電腦,音樂庫里還有那些美好的歌曲,她放了一首歌,叫《our love》。
Putri dan nenek berbincang dengan senang, dia jalan menuju kamarnya, apapun tidak ada yang berubah, dinding tertempel banyak poster, komputer dulu masih ada, dia membukanya dan di folder musiknya masih tersimpan lagu-lagu yang merdu, dia memutar sebuah lagu berjudul 《our love》.

她和十三個男孩的愛,永遠藏在她的心里,藏在這個房間。
Cinta dia bersama ke 13 pria, akan selalu tersimpan dalam hati, tersimpan dalam kamar ini.

她走進一張海報,紙張已經泛黃,那些少年笑的依舊燦爛,不知道你們現在過得怎么樣了?在空白的地方,是她年少時用藍筆寫的:only13
Dia berjalan mendekati sebuah poster, poster ini sudah menguning, pemuda ini semuanya tersenyum cerah, tidak tahu bagaimana kalian sekarang ini? Di tempat kosong, sewaktu dia muda, menggunakan pena warna biru dan menulis : only13

只覺得一陣酸楚,眼淚落在了布滿灰塵的地板上,滴答滴答的落下來,她嗚咽著說、:我們要永遠在一起。
Hanya merasakan kepedihan, airmata berlinang jatuh ke atas lantai, dia terisak dan berkata : “Kita ingin bersama selamanya”

7. 她把海報一張一張的看過來,看著他們成長的歷程,真是一段美好的回憶。
Dia melihat posternya satu per satu, melihat perkembangan mereka, bener-bener merupakan kenangan yang indah.

她說:我曾經發誓要守護你們一輩子,現在我食言了,我嫁給了另一個男人,對不起,你們會祝福我的吧……
Dia berkata : “Aku pernah berjanji akan menjaga kalian seumur hidup, sekarang saya tidak menepatinya, saya menikah dengan seorang pria yang lain, maaf, kalian pasti mendoakanku kan?”

他們一定會听到她的話,因為SJ和妖精是心靈相通的,不是嗎?
Mereka pasti mendengar perkataanku, karena SJ dan ELF saling berkaitan, bukan begitu?

時間過得很快很快,又到夏天了。
Waktu berlalu dengan cepat, sudah musim panas.

女儿的期末成績很糟糕,她覺得是明星影響了女儿。
Hasil tes putri sangatlah jelek, dia merasa artislah yang mempengaruhinya.

她問女儿:你真的愛他們嗎?女儿哭著點了點頭。
Dia bertanya kepada putrinya : “Apakah kamu sungguh menyukai mereka?” Putri mengangguk sambil menangis.

我看你不愛他們,一天到晚都只想著買他們的東西,把他們當成動力不行嗎?
“Saya rasa kamu tidak menyukai mereka, setiap hari hanya berpikir ingin membeli barang mereka, apakah tidak bisa membuat mereka sebagai misi keberhasilanmu?”

女儿很生气,對著她大喊
Putri sangat marah dan berteriak padanya

你根本不懂我的愛,你根本不懂!!女儿回房了。
“Kamu tidak mengerti cintaku, kamu sungguh tidak tahu!!” Putri kembali ke kamarnya.

她坐在沙發上。
Dia duduk di atas sofa.

我怎么會不懂呢?我比你還要懂啊,就是因為懂才這樣說。
Bagaimana aku tidak mengerti? Aku lebih mengerti dibanding kamu, karena aku mengertilah baru mengatakan seperti ini.

她走進女儿的房間說,媽媽給你講個故事好嗎?
Dia masuk ke dalam kamar putrinya, “Mama mengatakan sebuah cerita, ok?”

從前有一群女人,她們也喜歡一個韓國組合,她們的愛,并不亞于你的愛,她們的愛刻骨銘心,惊天動地,那個組合叫super junior。他們是頂天立地的男子漢。但是有一天,頂天立地的男子漢們為了感謝女人們的愛而跪在她們面前感謝她們。
Dahulu, ada sekumpulan cewek, mereka juga sangat menyukai sebuah group korea, cinta mereka tidak kurang dari cintamu, cinta mereka sepenuh hati, sangat dasyat, group itu bernama Super Junior. Mereka adalah pria yang gagah. Suatu ketika, pria gagah ini demi berterimakasih akan cinta para cewek, mereka berlutut dihadapan mereka dan berterimakasih kepada mereka.

女人們被深深震撼、感動。她們發誓要比以前更愛他們,把他們作為自己的動力,結果,女人們創造了一個有一個的奇跡。
Para cewek sangat terkejut dan tergerak. Mereka berjanji akan lebih mencintai mereka lebih lagi, menggunakan mereka sebagai kekuatan untuk lebih baik, hasilnya, para cewek menciptakan satu per satu keajaiban.

但時間流逝,他們分開了,他們有了各自的家庭,也許他們不知道,他們結婚那天,女人們的哭聲穿過大海,撕心裂肺。
Tapi waktu berjalan, mereka juga sudah berpisah, mereka mempunyai keluarga masing-masing, mungkin mereka tidak tahu, saat mereka menikah, para cewek menangis sekuat tenaga, semuanya patah hati.

雖然他們不在一起了,但他們的心還彼此牽挂著。他們不會忘記彼此說過的千万遍我愛你,不會忘記曾經許下的永遠在一起的諾言,不會忘記他們一路走來的風風雨雨。
Biarpun mereka sudah tidak bersama, tapi hati mereka selalu bersatu. Mereka tidak pernah lupa apa yang telah mereka katakan yaitu berapa puluh juta kata “Aku cinta kamu, tidak pernah melupakan janji akan selalu bersama, tidak akan pernah melupakan kejadian yang terjadi.”

呵呵我是不是說跑題了……
Hehe apakah aku telah keluar dari topik???

她抹了抹眼角的眼淚,她原本以為,這些她早就忘記了,其實不是,這些記憶只是被塵封了很多年,再次提起,才發現自己并沒有忘記,只是埋在了記憶深處而已。
Dia menghapus airmatanya, dia berpikir bahwa dia telah lama melupakan hal ini, sebenarnya tidak. Kenangan ini hanya tertutup oleh debu selama beberapa tahun. Saat mengungkitnya kembali, baru menyadari bahwa dia tidak pernah melupakannya, hanya saja terpendam dalam kenangan saja.

女儿愣住了。女儿好像听懂了什么,慢慢的抱住了媽媽,她也抱住女儿。
Putri terkejut. Putri sepertinya mengerti apa yang dikatakan. Perlahan memeluk mamanya dan dia juga memeluk putrinya.

他們互相理解對方。
Mereka saling mengerti satu sama lain.

女儿和她之間再也沒有隔閡了,她們都深愛著一群值得他們愛的男人。
Putri dan dia juga sudah tidak ada konflik. Mereka berdua saling menyukai sekumpulan pria yang patut dicintai.

女儿真的吧明星當做了動力,她成功了,她考上了很优秀的大學。
Putri sungguh-sungguh menggunakan artis sebagai kekuatannya. Dia juga telah berhasil dan masuk ke Universitas ternama.

兩年之后,她變得蒼老了很多,她慢慢的再布置著什么,是女儿的婚禮,時隔那么多年,終于又迎來了一個婚禮。
Dua tahun kemudian, dia bertambah tua. Dia pelan-pelan sedang menjahit sesuatu. Ternyata adalah baju pengantin putrinya. Setalah selang berapa tahun, kembali lagi ke sebuah pernikahan.

女儿在媽媽的建議下,把結婚進行曲改成了《marry u》,和你結婚,I Do。
Putri, setelah mendapat ide dari mamanya, mengganti lagu pernikahan menjadi 《marry u》, menikahimu, I Do.

她很開心,女儿終于找到了歸宿,但她也知道,女儿的心中同樣留著空位給她愛的人。
Dia sangat bahagia, putrinya akhirnya juga telah menemukan pasangan hidupnya. Tapi dia juga tahu bahwa dalam hati putrinya tersedia ruang kosong untuk orang yang dicintainya.

婚后的蜜月是去海邊,她和丈夫,女儿和丈夫。
Setelah pernikahan, mereka berbulan madu ke pantai. Dia bersama suaminya dan Putrinya bersama suaminya.

海浪吹起,很美呢。
Ombak bergelombang, sangatlah indah.

在她看來,海和天都是寶藍色的。突然想到一句話:寶藍色沒有覆蓋到全世界,sujr的腳步就不會停止。是誰的說的?她心里很清楚吧。
Saat dia melihat, laut dan langit berwarna biru, tiba-tiba teringat sebuah kalimat “If Sapphire Blue did not fill up the world, Super Junior will not stop”. Siapakah yang mengatakannya? Dia sendiri sangat mengerti dalam hatinya.

她坐在海灘上,默默的想著。
Dia duduk di pantai dan berpikir.

她多希望時間可以回到他們出道的時間,回到最幸福的時刻。但不管怎么樣,sujr在所有妖精心中永遠是美麗的回憶,不,不只是回憶,更是奇跡。
Dia sangat berharap waktu bisa kembali ke waktu mereka baru debut. Kembali ke waktu yang begitu bahagia. Tapi bagaimanapun juga, Super Junior merupakan kenangan terindah di dalam hati tiap ELF. Bukan. Bukan kenangan, lebih patut disebut sebagai keajaiban.

她又笑了。
Dia kembali tersenyum.

嘴唇微微顫抖,用她很蒼老的聲音說出了十三個少年的名字:朴正洙、金希澈、韓庚、金鐘云、金英云、申東熙、李晟敏、李赫在、李東海、崔始源、金厲旭、金基范、曹圭賢。我愛你們forever。

Bibirnya gemetaran, dengan suara dia yang sudah tua mengucapakan nama 13 pria muda tersebut : Park Jungsoo, Kim Heechul, Hangeng, Kim Jongwoon, Kim Youngwoon, Shin Donghee, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Kibum, Cho Kyuhyun. Aku cinta kalian selamanya.

她在海灘上寫下了一行簡單的字。
Dia menulis sebuah kata yang mudah diatas pasir pantai

——SuperJunior & ELF,天長地久。
—–Super Junior & ELF Selama-lamanya

看到哭的親,放膽的哭出來吧!憋著不好受~ 畢竟…我也一樣…
Setelah membaca, yang mau menangis, menangislah sekuat tenaga! Menahannya sungguh tidak enak~ Karena aku sendiri juga sama…

很想問:這…是未來的我們嗎?對13只的愛…還是永遠…不變…
Ingin bertanya : Ini… Benarkah ini masa depan kita? Cinta kita terhadap ke-13… Tetap selamanya….. TIDAK BERUBAH!!!

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2011 in FanFiction, Happy Ending, Romance, Sad Story

 

::_Hate You Love You_::

Pagi lumayan cerah hari ini. Aku keluar dari rumah kecilku dan mengendarai mobil audi putihku, menyusuri jalanan yang mulai ramai. Aku mengambil ponselku dan memencet nomor yang amat kuhafal.

“Manager Go An, apakah hari ini aku ada schedule..??” tanyaku.

“Tidak. Hari ini kamu kosong.” jawab Manager Go An. Aku, Hyeon Min,adalah seorang artis di HM entertaiment, salah satu entertaiment yang tersohor di Korea. Sebenarnya aku selain artis aku juga adalah pewaris tunggal entertaiment itu juga, namun karena aku hanyalah anak angkat, semua orang menganggapku artis yang memanfaatkan popularitas orang tuaku saja dan tidak pantas menjadi pewaris entertaiment yang tersohor itu, sehingga mereka tidak menyukaiku. Hanya Manager Go An saja yang perduli padaku, yang lainnya tidak. Makanya aku tidak tinggal bersama orang tua angkatku, aku berkeras ingin tinggal sendiri sehingga mereka membelikanku rumah kecil ini. Biarpun kecil, tapi mewah,sehingga aku merasa tidak enak juga.

“Benar tidak ada schedule lagi..??” tanyaku tidak percaya. “Sudah hampir seminggu aku tidak ada schedule..??”

“Mau bagaimana lagi.. Tetapi kamu memang kurang terkenal dibanding yang lainnya..” jawab manajerku perlahan. Aku mendesah. Memang dibanding artis-artis lainnya di perusahaan itu, aku memang tidak terlalu menonjol. Aku menutup telepon, dan kembali meneruskan konsentrasiku menyetir. Aku memutuskan untuk pergi ke tempat kenanganku dulu. Aku bosan dengan kehidupanku sekarang.

Mobilku berbelok dan menuju ke sebuah jalan yang terpencil, sepi dari kebisingan jalan. Aku turun dari mobilku. Dan berjalan menuju sebuah rumah kecil yang terletak di ujung lapangan yang luas. Disamping rumah itu terdapat kandang ayam, sapi dan domba. Ada seorang gadis yang sedang menaiki induk sapi yang sedang memamahbiak. Gadis itu memandangku lalu segera meloncat turun dari sapi malang itu.

“Hyeon min unnie..!!!” jerit seorang gadis kecil yang melihat kedatanganku itu,lalu berlari menyambutku.

“Annyeong Nee-chan..^^” balasku seraya memeluknya. “Ahjumma ada..??” tanyaku.

“Ah, acya di yumah ucama…” jawab Nee-chan. “Kok mencari umma..?? Hyeon min unnie tidak cangen denganku yha..??” tanyanya memelas dengan perkataan cadelnya sebagai anak umur 4 tahun.

“Anni… Bukan begitu.. Unnie cuma mau bertemu ahjumma sebentar kok…!!” jawabku. “Nee-chan mau jalan-jalan kan..?? Nanti unnie ajak Nee-chan dan yang lainnya jalan-jalan ke kebun binatang. Mau..??”

“Cincca..?? Mau unnie..!!”

“Makanya, sekarang unnie minta ijin dulu sama ahjumma ya.??! sana, Nee-chan kasi tahu yang lainnya..^^” kataku. Nee-chan langsung berlari menemui anak lainnya, sedangkan aku berjalan menuju ke rumah utama.

“Anyyeong… Umma..” sapaku kepada seorang yeoja tua yang sedang memasak di dapur.

“Ah, Hyeon min…” balasnya seraya berbalik menatapku yang berdiri di depan pintu. “Sudah berapa kali aku bilang kepadamu, panggil aku ahjumma saja. Kau kan sudah diangkat anak oleh keluarga Kim.. Sekarang aku sudah bukan ibumu lagi..” balasnya. Aku mendekati wanita itu dan memeluknya.

“Selamanya aku adalah anakmu..” jawabku seraya memeluknya lebih dekat. Aku teringat ketika aku berumur 5 tahun dan orangtuaku meninggal karena kecelakaan. Tak ada saudaraku yang mau menampungku, hingga akhirnya ahjumma mengambilku. Ia adalah pemilik panti asuhan ini. Ia sangat mencintai anak-anak, namun ia tidak pernah punya anak karena suaminya telah lama tiada. Aku sangat menyayanginya, walau aku hanya pernah tinggal di panti asuhannya selama 3 tahun. Tak terasa sudah 7 tahun aku tidak tinggal disini. Hanya sesekali aku mengunjungi mereka, tapi tak pernah menginap lagi.

“Ah, kau memang anakku yang paling manis, Hyeon Min..” katanya seraya mengelus lembut kepalaku. Aku menikmati semua itu. Semua kasih sayangnya. Semua kasihnya sebagai ibu kepadaku, juga kepada anak-anak yang lainnya.

“Umma, aku mau mengajak anak-anak berjalan-jalan di kebun binatang. Boleh kan..??” ijinku.

“Tentu saja..”

“Umma mau ikut..??”

“Tidak usah.. umma akan membuat makan siang saja. Tapi bagaimana kalau orang-orang tahu bahwa kamu adalah artis..?”

“Ah, tidak apa..” jawabku kecut. Disini tidak ada TV, jadi pasti umma tidak tahu bahwa aku bukanlah artis terkenal. Aku hanya diajak syuting jika mereka membutuhkan peran pembantu saja.

“Begini saja, minggu depan aku akan datang untuk makan malam disini.. Aku ingin makan bersama umma lagi. Bolehkah..??” tanyaku.

“Baiklah kalau begitu, datanglah minggu depan. Sudah,lebih baik kalian berangkat sekarang,nanti terlalu panas.Hati-hati ya..”

Singkat kata, aku pergi ke kebun binatang bersama 5 orang anak. Hanya lima, karena yang lainnya masih ada pekerjaan di ladang. Memang di sini mereka semua harus bekerja di ladang dan pertenakan, sebagai biaya hidup mereka. Disana kami bersenang-senang dan tertawa. Melupakan semua kesedihan yang ada.

“Gumawo unnie.. Hali ini Nee-chan cenaaaaaannnggg cekali…” kata Nee-chan setelah kami selesai berjalan-jalan di kebun binatang, seraya merentangkan tangannya lebar-lebar, menunjukkan seberapa besar senangnya ia hari ini. “Nyanti Nee-chan mau celita cama Minnie hyung..!!!”

“He..?? Nee-chan punya kakak..??? Kok unnie tidak pernah bertemu ya..??” tanyaku pada gadis itu.

“Kaka Nee-chan keyen..!!! Kaka uda kelja, jadi kaka tidak di panti. Tapi ciap minggu kaka ceyayu kecini, nemenin Nee-chan main. Wayau kaka keyihatannya gayak, tapi kaka baik kok….” katanya polos.

“Kalo kaka Nee-chan udah kerja, kok Nee-chan ngga tinggal ma kakak..??” tanyaku bingung.

“Ahjussi-nya kaka ceyem. Gayak yagi.. Catanya Nee-chan ga boyeh deket-deket kaka yagi. Nee-chan ga boyeh ngeyepotin kaka…” jelas Nee-chan. “Teyus kaka mayah-mayah cama ahjussi, catanya ahjussi ga boyeh mayah-mayah ama Nee-chan..”

“Oooh.. rumit juga ya, unnie agak bingung..” kataku. Memang bingung mendengar celotehan anak umur 4 tahun.. “Nah, sekarang sudah sampai. Ayo masuk, nanti ahjumma bingung lho..” lanjutku ketika mobil akhirnya berhenti di depan panti.

“Iya. Unnie tidak ikut macuk..??” tanya Nee-chan setelah yang lainnya berhamburan masuk ke dalam rumah.

“Tidak Nee-chan, unnie harus kerja. Nanti sampaikan ke ahjumma ya..??” jawabku seraya tersenyum. Nee-chan memelukku dan kemudian berlari meninggalkanku. “Minggu depan unnie akan datang lagi…!!” jeritku pada Nee-chan lagi. Ia tersenyum dan kembali masuk ke dalam rumah. Aku menghembuskan nafasku, dan kembali masuk ke dalam mobil. Apa yang nanti kira-kira dapat aku lakukan…??

****

Seminggu telah berlalu. Selama seminggu aku sama sekali tidak menghubungi manajerku. Buat apa aku menelepon setiap hari,jika aku tetap saja kalah saing dan tidak ada job..??

Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Lagu Hate You Love You, milik Super Junior mengalun mulai dari pelan hingga menjadi keras. Aku menggeliat dari tidurku. Siapa yang meneleponku pagi-pagi begini..??

“Yeoboseo..???” jawabku dengan nada malas-malasan.

“Anyyeong Hyeon-min..!!!” seru seseorang dengan nada senang. Kulihat layar handphoneku. Tertera nama manager Go An disana.

“Anyyeong unnie. Waeyo..??”

“Kau ini, sejak kapan kamu dekat dengan Sungmin..??Kenapa tidak cerita padaku dan memperkenalkanku padanya..??” tanyanya dengan nada senang.

“Wee..?? Sungmin..?? Siapa dia…??” tanyaku bingung seraya menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal dan berusaha ‘konek’ dengan perkataaan manajerku itu.

“Sungmin..!! Lee Sungmin..!! Aktor terkenal itu..!!” kata manajer tidak sabar.

“Sungmin..?? Lee Sungmin..?? Ah, aku tahu dia, tetapi aku tidak mengenalnya..!! Mana mungkin artis kacangan sepertiku mengenalnya..??” jawabku bingung.

“Aiisshh…!! itu tidak penting. Yang penting sekarang kamu dapat pekerjaan menjadi model majalah High Cut magazine bersamanya..!!!”

“Hah..??” tanyaku. Aku melihat kalender yang tergantung di dinding kamarku. “Unnie, ini bukan hari april mop lho… Tidak lucu kalau mengerjaiku sekarang.. Tidak mungkin aku jadi model majalah kelas atas macam High Cut bersama aktor papan atas macam Sungmin..!!” gersahku jengkel. Manajer Go An memang kadang-kadang keterlaluan jika bercanda..!!

“Anni..!! Aku tidak bercanda..!! Perusahaan Sungmin sendiri yang memintanya padaku. Copy-an fax-nya masih ada padaku..!!” serunya, berusaha membuatku percaya. “Ya sudah, mau percaya atau tidak, yang jelas nanti pukul 9 pagi kamu harus sudah sampai di lokasi pemotretan di Gedung High Cut..!!” katanya, lalu menutup pembicaraan. Aku melihat jam Minnie mouse yang tergeletak di samping kasurku. Jam 8..!! Aku yang takut dengan kemarahan manajer Go An langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan bergegas pergi ke gedung pemotretan.

****

“Anyyeong..” kataku ketika melangkahkan kaki masuk ke gedung High Cut. Seorang gadis yang tadi celingukan,menatapku dan menghampiriku.

“Anyyeong..!! Hyeon Min noona..??” sapa gadis itu ramah.

“Ne..”

“Kalau begitu, mari segera ke studio.” ajaknya. “Saya sudah lama menunggu kedatangan anda.” Aku mengikutinya, hingga akhirnya kami sampai di sebuah studio yang besaaaar sekali. Segera aku dibawa ke tempat rias,dan beberapa gadis meriasku.

“Selesai,silahkan lewat sini..” kata gadis yang sejak datang bersamaku,setelah mereka selesai meriasku. Aku berjalan menuju arah yang ditunjuknya.

“Selamat datang Hyeon Min noona..!! Saya Fotografer Kang. Saya yang melakukan pemotretan hari ini. Senang bertemu anda..” sapa seorang ahjussi.

“Ah, saya pernah dengar tentang anda.. Suatu kehormatan bisa bertemu anda..” kataku seraya menunduk. Yang benar saja..!!! Di depanku ini Fotografer Kang..!!! Dia ini fotografer yang handal. Tidak mungkin memilihku sebagai model..!! Dia ini fotografer yang terkenal galak dan jarang atau bahkan tidak pernah memberi pujian kepada modelnya, kecuali modelnya benar-benar

“Mianhaeyo, bolehkah saya bertanya..??”

“Ya. Tentu saja..”jawabnya ramah.

“Ahh… Saya kan bukan model terkenal, apakah tak apa, menggunakan saya sebagai model High Cut..??” tanyaku ragu.

“Ah,tak apa. Semuanya pasti bisa. Lagipula Sungmin sendiri yang memintamu kok..” kata fotografer Kang. “Ah itu, dia datang dari ruang rias.”

Aku memandang arah yang dilihat fotografer Kang. Seorang namja dengan wajah seperti yeoja berjalan dengan kerennya. Kupandangi lekat-lekat wajahnya. Ia bagaikan lukisan..!! Wajahnya terlihat manly,tetapi memperlihatkan wajah orang yang lembut. Wajahnya manis seperti anak perempuan. Kulihat matanya,hidungnya,bibirnya,semua..!! Semua anggota tubuhnya seakan terbuat dengan sempurna,tanpa cela…

Degdeg..Degdeg..Deg…

Kenapa dengan jantungku..??!! Kenapa tiba-tiba berdetak kencang sekali..??!!

“Anyyeong Sungmin….” sapa Fotografer Kang.

“Ah, anyyeong Sungmin…” sapaku seraya menunduk. Dia hanya diam saja dan berjalan melewatiku. Kutarik lagi perkataanku yang mengatakan ia terlihat sempurna..!!! Dia SOMBONG SEKALI..!!!

“Anyyeong Sungmin…!! Ah, Sungmin. Tema hari ini..” kata Fotografer Kang menjelaskan.

“Valentine. Aku tahu itu.” sela Sungmin. Fotografer Kang tidak jadi melanjutkan kata-katanya. Ah, dia BENAR-BENAR SOK..!!! jeritku dalam hati dengan sebal.

“Baiklah kalau begitu. Mari kita mulai sekarang..” kata fotografer Kang. “Photo pertama, tolong semuanya bersiap di scene..!!” perintah fotografer Kang kepada para kru. Kami berjalan menuju stage yang memuat scene ruangan yang penuh dengan benda berwarna putih dan pink. Aku dan Sungmin masuk ke dalam scene. Aku bingung, gaya apa yang harus aku peragakan..?? Tiba-tiba Sungmin duduk di atas sofa yang berwarna pink lembut dengan renda putih,dan menarikku duduk,lalu memegang tanganku.

“Apa yang kamu lakukan…??!!” protesku. Pipiku merona.

“Tenang, dan ikuti saja perintahku…” bisiknya di telingaku. Suaranya terdengar lembut di telingaku. Sekarang telingaku ikut memerah karena malu. “Sekarang, rebahkan kepalamu di pundakku dan terpejamlah..”

“Tapi..”

“Ikuti saja..!!”perintahnya perlahan. Dengan perlahan sekali aku merebahkan kepalaku di pundaknya dan menutup mataku. Ia meletakkan genggaman tanganku di pangkuannya, dan ia merebahkan kepalanya di atas kepalaku.

“One.. Two… Click…” kata fotografer Kang memberi aba-aba. “Yak, pose selanjutnya..!”

“Sekarang aku akan tiduran dan merebahkan kepalaku di pangkuanmu. Sekarang gayanya kau mengelus kepalaku dengan lembut.” bisik Sungmin lagi. Aku mengikuti perintah Sungmin dengan takut-takut. “Rileks…. semuanya baik-baik saja…” lanjutnya seraya memejamkan mata.

“One.. Two… Oke…!!! Bagus sekali..!!! Perfect..!!!! Kalian benar-benar profesional..!!” puji fotografer Kang.”Sekarang ganti pakaiannya..!!! Selanjutnya..!! Kita berpindah ke atas gedung sebentar.. Tiba-tiba saya mendapat ilham..!!” kata fotografer Kang. Kru tampak kerepotan membawa peralatan ke atas gedung. Aku dan Sungmin dibawa ke ruang rias. Kami berganti pakaian. Aku berganti memakai mini dress putih polos, sedangkan Sungmin memakai kaus putih dan dilapisi kemeja biru kotak-kotak dan celana jins hitam.

“Ayo naik, sebentar lagi pemotretan dimulai kembali..” panggil salah seorang kru kamera. Aku bergegas menaiki lift menuju atas gedung. Angin cukup keras menderu-deru.

“Ayo,bersiap…” petunjuk fotografer Kang. Sungmin menarik tanganku dan membawaku mendekati pagar pembatas.

“Sekarang, belakangi kamera. Biarkan kamera menangkap siluet kita saja. Punggungi kamera.” Bisik Sungmin. Aku mematuhinya, tentu saja karena ia lebih senior daripadaku dalam hal fotografi. Aku hanya aktris,bukan model..!!

Sungmin mengangkat tangan kananku dan meletakkannya di pagar pembatas,lalu tangannya diletakkan di atas tanganku.

Click

“Sekarang sandarkan kepalamu di dadaku.” perintahnya.

“Heh..??”

“Sudah ikuti saja..!!” perintahnya lalu mendorong kepalaku dengan tangannya hingga menempel di dadanya. “Jangan lihat kamera.. Belakangi kamera..” lalu tangannya bertengger di pundakku.

Click

Begitulah seterusnya. Pemotretan berjalan dengan amat lancar, tanpa ada halangan. Aku benar-benar lega ketika akhirnya pemotretan berakhir pukul 6 malam.

“Kalian benar-benar sempurna…!!!! Kita melakukan pemotretan tanpa pengulangan..!!! Kalian benar-benar hebat..!!!” puji fotografer Kang. “Saya sangat senang bekerja dengan kalian..!!!”

“Ah..?? Khamsahamnida ahjussi…” kataku merendah seraya menunduk, sedangkan Sungmin sama sekali tidak bereaksi. Ia hanya berjalan menuju sudut ruangan,mengambil air mineralnya dan meneguk isinya sampai habis. Bahkan ketika minum-pun ia terlihat keren.

Aku bersiap pulang, tetapi dicegah fotografer Kang.

“Tunggu dulu…!! Jangan pulang begitu saja..!! Saya sedang senang karena pemotretan hari ini berjalan dengan amat sempurna. Saya akan mengadakan pesta di bar. Kamu, Sungmin, dan para kru harus ikut..!! Tidak boleh menolak..!!”

“Maaf,tapi saya tidak biasa minum….” kataku menolak.

“Ah… Ya sudah kalau begitu…” kata fotografer Kang kecewa. “Nanti kami akan ada di bar TRAX, kalau kau berminat, kau bisa ikut bergabung bersama kami.”

“Baik. Khamsahamnida ahjusshi.” kataku, lalu pergi menuju parkiran mobil. Tiba-tiba handphoneku berbunyi lagi, mendendangkan lagu Wonder Boy milik Super Junior. Kulihat tulisan di layarnya. DINNER WITH UMMA @7. Gawat, jam 7 aku ada makan malam di panti, hampir saja aku lupa..!!

Aku segera membelokkan mobilku menuju panti. Kulihat panti agak remang-remang. Aku turun dari mobil. Kulihat ada Nee-chan yang mengintip di balik jendela, lalu bergegas berlari menuju keluar.

“Unnie..!!”jeritnya senang.

“Anyyeong Nee-chan..!! Mana ahjumma..??” tanyaku setelah melirik dan tidak terlihat bayangan umma disana.

“Umma yagi teyima teyepon di kamaynya…” kata Nee-chan. “Ayo macuk..”ajaknya lalu menggandeng tanganku. Aku mengikutinya masuk ke dalam ruang makan panti.

“Nee-chan,unnie lihat ahjumma dulu ya..” kataku pada Nee-chan. Ia hanya mengangguk,lalu bersiap duduk di kursi di rumang makan. Aku melangkah ke kamar umma yang tidak berpintu,hanya tertutup tirai,aku hendak masuk,namun langkahku terhenti.

“Apa..?? Hutangnya harus dibayar bulan ini juga.??”kudengar ia menjawab dengan nada tinggi, walaupun terdengar pelan. Kudengar ia mendesah dan berkata pelan sekali, sehingga aku tidak bisa mendengarnya. Aku mengurungkan niatku untuk masuk dan kembali ke ruang makan. Hingga akhirnya umma datang ke ruang makan dengan wajah ceria. Aku makan bersama umma dan anak-anak panti yang kira-kira sebanyak 15 orang, jadi bersama aku dan umma menjadi 17 orang. Aku berpikir bahwa biaya makan orang sebanyak ini tentu tidaklah murah. Pasti umma berhutang kepada salah satu lembaga keuangan. Aku memaksanya bercerita bila kekurangan sesuatu,namun ia sama sekali tidak bercerita padaku.

Aku pun pulang seorang diri pukul 12 malam. Waktu kuhabiskan untuk membantu umma mencuci piring, membantu membuat PR anak-anak, lalu bercerita dan bermain-main dengan Nee-chan dan teman-temannya. Rasanya malam cepat sekali berlalu. Sebenarnya aku ingin menginap disini, tapi karena merasa tidak enak aku tidak jadi menginap.

Aduh,rasanya mengantuk.. Jalanan malam ini sepi, seakan lewat di kuburan. Mamang sih, bila pulang jam segini orang lebih memilih naik trem,atau bis. Biar bisa tidur dulu… Aku menguap lebar-lebar. Jika orang-orang perusahaan tahu aku menguap lebar-lebar begini pasti mereka bakal menghinaku ‘tidak pantas diangkat anak karena tidak punya sopan santun’..!! Kan, bukan salahku bila aku ngantuk berat..??!! Sekarang cepat-cepat sampai rumah deh,biar bisa boo…

Tiba-tiba sesosok manusia menerjang ke depan mobilku. Segera saja kuinjak pedal rem dalam-dalam sampai kakiku kujulurkan panjang-panjang. Untung mobil sering kumasukkan bengkel,jadi remnya lumayan pakem.

CKKKIIITTTT….!!! GABBRRRUUKKK…

Kulihat orang itu langsung tersungkur di aspal. Aduuhh… Kalau ketabrak terus mati,bakalan panjang nih perkaranya! Aku bergegas turun dari mobil,hendak memeriksa siapa sih orang gila yang tahu-tahu main lari aja ke tengah jalan..!!

“Su….Sungmin..??” orang yang kutanya diam saja. Kulihat mukanya merah sekali, dan matanya terpejam. Baju dan rambutnya berantakan. Kuperiksa di tubuhnya. Huuft.. Bagus..!! Tak ada luka..!! Kutampar wajahnya berkali-kali hingga ada bekas tanganku di pipinya, tetapi tidak sadar juga. Ini manusia atau kebo sih..?? Ditampar juga ga bangun-bangun!! Kulihat ia melihatku sebentar, mengerangan perlahan, lalu matanya terpejam lagi. Eh,enak aja main tidur..!! Kugeletakkan ia di pinggir jalan, lalu aku melangkah masuk ke mobil, berniat meninggalkannya disana. Aku masuk kedalam mobil. Kembali menghadapi setirku. Otakku segera mengisyaratkan tanganku untuk mengemudi, meninggalkan Sungmin yang tertidur bagaikan kerbau di pinggir jalan, namun ternyata tangan dan perasaanku punya otak sendiri. Tapi aku terdiam, memandangi Sungmin yang asyik tidur di trotoar. Kasihan juga kalau misalnya besok pagi-pagi di headline koran tertulis “AKTOR DAN MODEL TERKENAL TIDUR DI TROTOAR JALANAN DEPAN BAR TRAX”,weh, langsung dah reputasinya sebagai aktor plus model yang cool kaya es batu,runtuh. Setelah berpikir kilat,aku keluar dari mobilku,membereskan tempat duduk belakang, dan mengangkatnya dari trotoar lalu memasukkannya ke dalam mobil.

“Uuuuggghhh…. Berat banget..!!!” omelku pelan. “Nih orang kebanyakan jutek kali ya,makanya banyak dosa trus nambah di berat badan.” Kulemparkan ia di jok belakang. Dia menggeliat,lalu kembali tertidur. Mukanya masih merah kaya pantat monyet. Disaat seperti ini,ia sama sekali tidak terlihat tampan.!! Bahkan jauh dari tampan..!!!

Kucari dompetnya. Bukan mau mencuri,tapi mencari KTPnya,jadi aku bisa mengantarkannya pulang! Akhirnya kutemukan dompet itu,terselip di kantong kemejanya. Heh..?? Apa ini..? Di dompetnya yang tebal itu sama sekali tidak ada KTP..?? Hanya uang 1.000 won sebanyak 100 lembar dan masih mulus tanpa lipatan,serta 5 buah kartu kredit..!! Benar-benar gila orang ini.!! Lalu dia harus kutaruh dimana..??!! Kuambil handphonenya, berharap ada nomor telepon rumahnya, yang ada di kontaknya hanya tulisan ‘OFFICE’ dan ‘MANAJER YOUNG MIN’.

Akhirnya dengan putus asa aku menghadapi setirku dan mengemudi sampai rumah kecilku. Kuparkirkan mobil persis didepan pintu masuk. Aku keluar dan membuka pintu mobil belakang, lalu memapah Sungmin turun dari mobil,dan menaiki tangga rumah. Setengah mati aku membawanya..!! Kugeletakkan ia bersandar di dinding sementara aku membuka pintu rumah, lalu kupapah lagi ia ke sofa di ruang tamu, lalu kelemparkan ia di sofa.  Huufft… Patah tulang aku..!!

Aku bergegas menuju kamar mandi dan mencuci muka,lalu berganti daster putih sutra kesukaanku,dan menghempaskan tubuhku di kasur. Uhh,nyamannya. Tak terasa dinginnya kasur dan bantal membuaiku ke dunia mimpi dengan cepat.

-Sungmin POV-

Kubuka mataku yang terasa berat. Hmm, dimana ini…?? Yang jelas ini bukan di bar. Internitnya tidak berkelap-kelip dan justru berwarna krem. Apa aku sudah sampai di apartement..?? Tapi sepertinya apartementku tidak seperti ini..??!! Aku memaksakan diri untuk bangun. Uuugh,kepalaku sakit. Sepertinya karena kebanyakan minum. Arrrgghh,badanku basah,lengket dan bau keringat..!! Dimanapun ini,aku mau mandi sekarang..!!

Aku melangkahkan kaki, mencari pintu yang kira-kira menghubungkanku dengan tempat yang bernama kamar mandi. Ternyata mudah saja karena pintunya terbuka sedikit dan di depannya terdapat rak gantungan handuk. Aku asal mengambil handuk yang ada di situ dan membawanya mandi.

Aku mengusap rambutku dengan handuk ketika aku sudah selesai mandi. Tapi tetap saja kepalaku masih pusing. Kugeleng-gelengkan kepalaku keras-keras agar pusingnya hilang, eh yang ada aku malah tambah pusing. =,=

Kemejaku kulemparkan ke sudut kamar mandi hingga aku bertelanjang dada. Arrggh, ngantuknya.. Aku bergegas mencari tempat yang cocok untuk tidur. Ah, itu dia..!! Segera aku menaruh handphoneku di meja, masuk ke dalam selimut dan tertidur lelap.

****

Oaheeemm….~

Kukucek-kucek mataku. Hmm..?? Ini bukan di apartementku..!!! Apa-apaan nih..?? Kok aku bisa cuma pake celana doank..??!! Ini juga bukan kasurku..!!! Kulihat sampingku. Hue..?? Siapa nih seenaknya tidur disampingku..?? Kulihat gundukan di bawah selimut. Hyyaa..!!! Yeoja di kasurku…!!! Pake daster doang lagi..!!! Arrgghh…!! mami, anakmu sudah tak perawan,eh perjaka…@_@

Lho..?? Oh ya, ini kan bukan apartementku..?? Kubuka wajah yeoja yang tidur disampingku karena ketutupan rambut. Heh…?? Hyeon Min..?? Lho, terus kenapa aku bisa disini..?? Aku berusaha mengingat-ngingat apa yang terjadi semalam.

Tiba-tiba sekelebatan ingatan muncul dari otakku. Yang teringat di otakku hanya kilatan lampu kuning mobil yang menyilaukan, dan selesai. Hanya itu saja! Payah!

Aku berdiri dan menatap kaca yang tergeletak di samping kasur. Apa-apaan nih, bekas tangan dua di pipiku..??!! Rasanya cenat-cenut..!!!(wkwkwkwkwk…) Kulihat lagi Hyeon Min yang masih tertidur pulas bagaikan anak kucing.

Tiba-tiba handphoneku di meja bergetar heboh. Rupanya ada 2 sms masuk. Kubuka pesannya.

From: OFFICE

To: You

Text: Aku sudah memberi tahu ibumu. Batas pembayaran 2 bulan kedepan. Bila tidak segera dilunasi, rumah itu akan menjadi tanah dalam hitungan jam. Total semuanya adalah 7 juta won.

 

From: 085675635785

To: You

Text: Oppa nee-chan pinjem handphone umma lagi. kemarin hyeon min unnie datang lagi.nee-chan sangat sayang hyeon min unnie. kapan oppa main sama nee-chan lagi.

Aku hanya tersenyum tipis. Nee-chan.. Nee-chan.. Oppa harus kerja dulu, buat ngelunasin utang umma…

Kulihat kembali sms dari Nee-chan sekali lagi, baru lalu akan kuhapus. Tiba-tiba aku teringat. Hyeon Min..?? Bisakah..?? Nanti aku pasti bakalan dibunuh, tapi dia kan baik hati, kalau kujelaskan pasti dia mau, toh itu kan juga mantan rumahnya.. Kuhapus sms dari Nee-chan. Aku tiduran lagi di kasur dan mengambil handphoneku untuk berfoto.

Clickk…

Ok,tinggal di post di cyworld dan kita tunggu uang yang masuk..

-Sungmin POV end-

“..Miwohago shiphunde darun saram gyotheso. Hengboghan norul bonun gotdo jichyoboryosso ijen. Amu gotdo morunche nol boneya hetdon nal. Nomudo oren iriraso…” suara Super Junior mengalun dari handphoneku membangunkanku. Uggghh, ada telepon lagi pagi-pagi… @_@

“Ngggg…??? Yeoboseo…” tanyaku parau.

“Hyeon Min..!!! Apa maksudnya berita itu..??!!” tanya seseorang diseberang sana. Kulihat layar handphoneku.

“Ah, Manager Go An. Berita apa ya..??” tanyaku bingung.

“Tentu saja fotomu dengan Sungmin oppa..!! Betulkah foto itu..??” tandas Manager Go An dengan keras.

“Mwo…?? Foto..?? Tentu saja betul..!!! Kan unnie sendiri yang menyuruhku kemarin, iya khan..??” tanyaku heran. Ada apa dengan Manager Go An..?? Apakah paku di kepalanya jatuh, jadi sekarang ia balik jadi kuntilanak lagi, and lupa sama kata-katanya sendiri kemaren..??

“Tapi apa emang se-ekstrem itu fotonya..??” tanyanya lagi.

“Hah..?? Ekstrem gimana..?? Kan kemaren fotonya nggak sambil bungee jumping..” kataku sedikit bercanda.

“Lho, kamu nggak tau foto yang kumaksud..??” tanya Manager Go An tak percaya.

“Anniyo…” jawabku cepat.

“Huufft.. ya sudah kukirim lewat MMS yah…” balas Manager Go An seraya menghela nafas dalam-dalam, lalu menutup telepon. Aku masih kebingungan ketika akhirnya handphoneku berdering lagi, tanda ada MMS masuk.

…..

…….

Ini aku tidak salah lihat khan…??

Kulihat benar-benar gambar yang ada di layar handphoneku. Tertera jelas sekali. Fotoku dan Sungmin.

Bukan.. Bukan seperti pose dalam pemotretan kemarin.. Tapi ini dibawah selimutku yang tebal…

Bukan.. Bukan dengan baju kasual…Tapi aku dengan daster sutra putihku ini dan Sungmin yang hanya bertelanjang dada..!!!!!!

Kulihat disampingku, Sungmin berpindah posisi tidur dan kembali tidur.

Sungmin..?? Tidur disampingku..?? Bertelanjang dada..???!!!

DUEEESSSSHH…!!!

Kutendang Sungmin keras-keras hingga ia tersungkur di lantai.

“Awww…” rintihnya kesakitan.

“Apa maksudmu..!!!!!” jeritku marah.

“Apa apanya…??” tanyanya, berusaha memperlihatkan wajahnya yang seakan-akan polos dan tak berdosa.

“Apa maksudnya ini..??!!!” tanyaku marah seraya menunjukkan foto dari handphoneku. “Jangan bilang ini ulahmu..!!!!”

“Oh, foto itu.. Itu memang ulahku..” katanya seakan tak ada beban.

PLLLAAAKKKK..!!!

Kutampar pipinya keras-keras hingga tanganku nyut-nyutan.

“Tapi tunggu dulu, ini semua ada alasannya…!!” kata Sungmin.

“Nggak..!!! Nggak ada lagi alasan untuk ini..!!!” jeritku marah. Airmata mulai keluar dari mataku. “Pergi dari rumahku sekarang juga…!!! Aku menyesal pernah mengenalmu..!!!” Aku mendorongnya keluar dari kamarku.

“Tak ada alasan, walaupun itu juga untuk umma-mu dan Nee-chan..???” tanyanya. Aku berhenti.

“A.. Apa maksudmu..??”

“Aku mau cerita, tapi bisa kau berikan aku kaus..?? Aku kedinginan..ACmu terlalu dingin..” katanya seraya menggigil. Aku baru ingat kalau dia telanjang dada. Aku menghampiri lemari bajuku dan kulihat isinya. Hanya ada mini dress, kaus, dan celana panjang. Kuraih sebuah kaos biru bertuliskan “SAPPHIRE BLUE ELF” dan kuberikan padanya.

“ELF..??? Kamu pecinta SuJu ya..??”tanyanya seraya memakai kaosku itu.

“Hmm… Sudah tidak usah pakai basa-basi, cepat ceritakan padaku.!!” kataku tak sabar.

“Kamu pasti tahu panti asuhan Merry Go Around khan..??” tanyanya. Aku mengangguk.

“Kamu kenal Nee-chan.??”tanyanya lagi. Aku mengangguk.

“Nee-chan adikku.”

“Bohong…!!”kataku tak percaya. Mana mungkin Nee-chan yang lucu imut-imut seperti malaikat punya kakak yang jahat macam dia..??!!

“I’m not lie..”katanya bersumpah. “Aku dan Nee-chan memang yatim piatu. Aku dan ia hanya tinggal berdua dengan ibuku, namun ibuku akhirnya meninggal. Dan tak ada saudaraku yang mau menampung kami. Hingga akhirnya aku bertemu dengan umma.” cerita Sungmin. “Sebentar, aku haus.. Minta minum dong..”

Aku melotot. Ni anak kok sempet-sempetnya minta minum sih.??!! Aku bergegas mengambil minum di dapur dan memberikannya pada Sungmin. Ia langsung menenggak habis air itu.

“Setelah itu aku dan Nee-chan tinggal di panti asuhan tapi aku hanya tinggal selama 2 tahun disitu, setelah itu umma terlilit hutang pajak tanah. Kamu tahu sendiri khan, panti asuhan umma kecil, tetapi memiliki kebun yang luas. Sepertinya kita tidak bertemu karena kamu sudah diangkat anak terlebih dahulu. Nah, karena kenaikan harga pajak umma harus berhutang pada perusahaan yang sekarang mengorbitkan aku jadi artis. Dan karena aku ingin bisa bekerja, aku mendaftarkan diri jadi artis disini. Sebenarnya aku hanya ingin bekerja untuk membeli rumah hingga nantinya aku dan Nee-chan bisa tinggal bersama tanpa merepotkan umma. Aku sudah melunasi pembelian rumah. Tapi karena tidak enak meninggalkan umma dan hutangnya begitu saja, aku memutuskan untuk membayar hutang itu juga. Karena batas pelunasan hutang adalah 2 bulan lagi, aku harus bekerja lebih keras lagi. Makanya aku minta bantuanmu. Nee-chan sering bercerita padaku tentang kau, jadi aku mengira tak apa jika aku minta bantuanmu. Caranya mudah saja, aku sudah membuat skandal bahwa kita pacaran. Dengan itu kita akan banyak diliput dan masuk ke acara televisi, maka pendapatan kita akan meningkat. Begitu pemikiranku..” ucapnya panjang lebar. “Maukan…??”

“Aku tidak tahu, Sungmin..” jawabku setelah agak lama berpikir. “Kurasa ini terlalu ekstrem..”

“ Mau bagaimana lagi..?? Jatuh temponya tinggal 2 bulan lagi atau panti akan segera musnah dan berganti menjadi mall…” kata Sungmin terus mendesakku.

“Yaaah… Apa boleh buat..” kataku pasrah. Jika bukan kami yang melunasi, apakah umma bisa melunasinya..??

“Bagus..!! Kalau begitu kita mulai project kita mengumpulkan uang..!!^^” seru Sungmin dengan senang, tanpa sengaja ia memelukku.

“Jangan dekat-dekat..!!” seruku gusar.

“Yah, pokoknya kita kan diberitakan tidur bersama, nanti aku akan membuat acara pers, dan itu tentu akan menghasilkan banyak uang, dilihat juga dari banyaknya fans-ku sekarang.”kata Sungmin. Handphoneku kembali berbunyi. Dari Manager Go An.

“Yeoboseo..???“kataku saat akhirnya aku mengangkat telepon itu.

“Jadi bagaimana??? Benar itu fotomu..??!!”tanya Manager Go An. Aku menutupi handphone dengan tanganku.

“Managerku..!! Bagaimana kita menjelaskan ini..??!!” bisikku panik.

“Bilang saja kalau kita memang pacaran.!!”balas Sungmin dengan berbisik pula.

“Tapi, bila ditanya sejak kapan..??”bisikku lagi.

“Sejak kemarin..”balas Sungmin. Aku memelototinya tanda tak setuju. Tapi ia hanya mengangguk terus.

“Ah..Manager Go An..Umm.. benar, itu memang foto kami..”kataku pelan.

“Jinjja..?? Wah, kalian ini benar-benar pembuat sensasi..!! Banyak wartawan dan fans dari tadi menelepon ke perusahaan, mereka terus bertanya tentang kebenaran berita Sungmin tadi..”keluh Manager Go An. Aku hanya meringis.

“Kalian harus benar-benar mengungkapkannya dalam acara pers..” usul Manager Go An. Aku hanya mengiyakan.

“Kata managerku kita harus segera membuat acara pers..” kataku pada Sungmin setelah menutup telepon dari Manager Go An.

“Nanti sore., di taman Seoul..” usulnya.

“Terlalu cepat..!!”balasku kaget.

“Semakin cepat semakin baik.”kata Sungmin dengan entengnya.

****

-Di taman Seoul-

Sekarang pukul 5 sore. Aku dan Sungmin sudah tiba di lokasi pers. Taman Seoul sudah dipenuhi para fans Sungmin dan wartawa berbagai infotaiment. Aku hanya meneguk ludah ketika melihat poster bertuliskan “ANTI HYEON MIN..!!”

“Ayo, kita mulai sekarang..”kata Manager Yo Hwang, manager Sungmin.

“Ayo.”kata Sungmin. Ia menggandeng tanganku. Langkahku terasa berat. Bersama kami berjalan menuju meja yang telah disediakan perusahaan Sungmin.

“Anyyeonghaseo..!!!”kataku dan Sungmin bersamaan ketika kami sampai di tempat kami.

Jepreet..Jepreet…

Kilatan cahaya langsung mengabadikan moment kami.

“Jadi kami akan menjelaskan, bahwa kami sejak kemarin resmi berpacaran..”kata Sungmin, yang langsung dibalas jeritan kecewa para fans-nya.

“Apa kalian benar-benar pacaran..?? Sepertinya kalian tidak pernah tertangkap sedang bersama, bahkan katanya kalian baru saja bertemu..”salah seorang wartawan bertanya.

“Ya.. Betul..!!”teriak para fans Sungmin.

“Sebenarnya kami memang sudah sering bersama, hanya saja secara sembunyi-sembunyi..” jawab Sungmin dengan tenangnya.

“Tak percaya..!!!!!”jerit para fans Sungmin.

“Baiklah, aku akan menunjukkannya kepada kalian..!!”teriak Sungmin. Tiba-tiba Sungmin menarik tanganku dan menautkan bibirnya di bibirku.

“Kyyaaaaaaaaaaaaaaaa……..!!!!!” jerit fans Sungmin.

Aku memandang Sungmin dengan pandangan “Apa maksudmu, bodoh.??!!” dan Sungmin balas memandangku dengan pandangan “Ikuti saja semuanya…”

“Bagaimana, kalian sudah percaya..???”tanya Sungmin setelah berhasil mempermalukanku di depan umum. Para fansnya hanya diam saja. Sungmin pun turun dari panggung dan menuju kerumunan para fans-nya. “Tapi bukan karena itu aku memanggil kalian semua untuk datang di acara pers ini, tetapi karena aku mau mengatakan bahwa walaupun aku mempunyai pacar,kalian fans-ku tetaplah yang nomor satu..!!”dan ia mengambil tangan seorang fans dan mencium tangan itu. Kontan semua fans-nya kembali berteriak menyeru-nyerukan namanya. Aku dan Sungmin meninggalkan tempat acara pers dalam seruan fans Sungmin.

PLLAAAKKK…

“Apa maksud ciuman tadi..??!!” bentakku marah setelah menampar pipinya.

“Kau ini suka sekali menampar dan memukul yah…?? Dasar cewek kasar..” katanya seraya memegangi pipinya yang kutampar. Aku memandangnya, lalu kutinggal pergi. Entah kenapa hatiku sakit..!!

“Sudah selesai acara pers-nya..??” tanya Manager Go An, ketika aku masuk ke mobilnya. Tadi memang manager yang menjemputku.

“Hmm…” jawabku datar. Kucoba mengecek twitter. Huumm.. Dalam waktu begini singkat #HyeonSungmin sudah menjadi trending topic no 3.. ==”

Selama perjalanan otakku tak menentu. Entah kenapa aku merasa sakit hati ketika Sungmin bilang aku cewek kasar. Apa ini..?? Bukanya harusnya aku merasa senang karena bisa menamparnya yang kurang ajar itu.?? Dia selalu saja berbuat seenaknya, tapi kenapa..?? Kenapa aku justru sakit hati karena dibilang cewek kasar..??

“Hyeon Min, kamu tak apa..??” tanya Manager Go An. Ternyata ia melihatku dari spion mobil.

“Ah… Aku baik-baik saja..”kataku pelan. Hatiku rasanya sakit.

“Kalau ada apa-apa, cerita saja padaku.. Walaupun aku galak begini, aku kan tetap manajermu..”kata Manager Go An. Namun kata-kata Manager Go An yang sederhana itu membuka hatiku.

“Unnie, aku mau cerita..~”kataku pasrah.

“Cerita saja.. Aku akan membantumu sebisaku..”

“Ada seorang namja yang menjadi temanku. Sejak pertama kali bertemu hatiku terasa terus berdetak kencang. Aku kini menjadi teman seperjuangannya,  dan karena suatu hal,aku menamparnya…”

“Lalu..??”

“Ia mengatakan bahwa aku cewek kasar..”

“Hmm..”

“Dan entah mengapa aku merasa hatiku sakit,padahal kalian di perusahaan selalu mengatakan aku cewek yang hanya memanfaatkan posisi orang tua pun, aku tidak merasa hatiku sakit….”kataku pelan. Manager Go An menepikan mobilnya dan berhenti. Ia berbalik dan menatapku dengan penuh kasih.

“Itu namanya secara tidak sengaja kamu sudah jatuh cinta dengan namja itu, sayang..”katanya seraya mengelus lembut kepalaku. “Apa kau tidak pernah jatuh cinta sebelumnya..??” Aku menggeleng keras.

“Tentu saja kau tidak pernah merasakan cinta. Orang tuamu sudah meninggal sejak kau kecil dan ka hanya merasakan cinta dan kasih sayang dari panti asuhan. Mana mungkin ia merasakan cinta dari keluarganya sekarang, bahkan dari perusahaan..”batin Manager Go An.

“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang..??”tanyaku bingung.

“Kamu jatuh cinta ya….^^ Kau cukup menyatakan cinta kepada namja itu..”kata Manager Go An seraya mengedipkan matanya padaku. “Percayalah, cepat atau lambat otak dan hatimu akan merespon perasaan cinta itu..”lanjutnya sambil mulai mengendarai mobilnya lagi.

****

Sudah hampir 2 bulan aku dan Sungmin pura-pura berpacaran. Selama itu juga banyak yang memasukkan kami sebagai bintang tamu acara, sehingga pendapatan untuk membayar hutang mulai menumpuk. Kami hanya terlihat bersama jika dalam acara, tapi sebenarnya sejak insiden di acara pers itu, kami tidak pernah berbicara satu sama lain. Seperti bila di acara SuKiRa, atau Youngstreet, kami terlihat sering mengatakan kata-kata mesra, tetapi setelah siaran kami saling mendiamkan.

Sesungguhnya aku merasa senang bisa bersama-sama Sungmin. Ketika aku mengunjung panti bersama Sungmin pun, Nee-chan dengan santainya bilang supaya kami cepat menikah. Sungmin hanya tertawa seraya mengelus kepala adik satu-satunya itu.

Setiap acara selalu Sungmin yang menggandeng tanganku. Setiap pemotretan ia selalu yang memberiku aba-aba. Tapi setelah itu, hanya itu saja. Tidak ada komunikasi lainnya. Ia juga tidak pernah menciumku lagi, atau hal lainnya. Seharusnya aku merasa senang..!! Tetapi ada rasa sakit di hatiku yang membuatku tidak bisa merasa senang..

Aku tiduran di kasurku. Mamandang langit-langit kamar. Berharap rasa sakit di hatiku akan hampa. Tiba-tiba handphoneku bergetar, bunyi sms masuk.

From : Sungmin

To : You

Text : Hutangnya sudah terbayar lunas. Di acara TV selanjutnya, aku akan umumkan semuanya. Acara TV selanjutnya di Super Junior Foresight, nanti malam. Datang ke tempat tepat 1 jam sebelum jam 7 malam. Setelah itu kau bebas menampar semua namja yang kau benci.

Membaca sms itu, otakku merasa senang, akhirnya aku berpisah dari Sungmin. Tetapi hatiku merasa lebih sakit dari biasanya. Aku tidak tahan lagi. Kenapa dengan aku yang sekarang.?!! Tiba-tiba terlintas di pikiranku kata-kata Manager Go An di mobil,2 bulan yang lalu.

“….Kamu jatuh cinta ya….^^ Kau cukup menyatakan cinta kepada namja itu.. Percayalah, cepat atau lambat otak dan hatimu akan merespon perasaan cinta itu..”

Uuugghhhhh….. Apa yang harus aku lakukan..??? Kuusap mataku.

Air mata..?? Kenapa aku menangis jika seharusnya aku senang berpisah dengan namja itu..??!!

Kuusap air mataku keras-keras. Aku bergegas mengambil handphoneku dan kunci mobilku. Aku harus bertemu umma sekarang..

Kukendarai mobilku cepat. Umma, apa yang harus aku lakukan..??!!

Mobilku segera sampai di panti. Kulihat umma sedang diluar bersama Nee-chan dan yang lainnya, sedang berkebun. Aku berlari menyongsong umma.

“Umma….” seruku seraya memeluk umma. Umma yang terkejut karena kedatanganku yang tiba-tiba itu memelukku kembali dan mengelus kepalaku dengan lembut. Lalu ia menyuruh anak-anak yang lain untuk kembali bekerja, sementara ia menuntunku masuk ke dalam rumah. Ia menungguku selesai menangis.

“Sudah selesai..??” aku mengangguk. “Nah, sekarang ceritalah pada umma. Apa yang membuatmu menangis sayang..??” Aku menceritakan persis seperti ketika aku menceritakannya kepada Manager Go An. Umma hanya mengangguk tanda mengerti.

PLLLAAAAAKKKKK….

Tiba-tiba umma menamparku dengan keras.

“Umma…??”

“Menurutmu bagaimana rasanya..?? Apakah kamu sakit hati karena kutampar..??”

“Hmm..”

“Padahal aku mencintaimu bukan..??” Aku mengangguk seraya memegangi pipiku yang kena tampar.

“Kamu sakit hati karena kamu mencintaiku, tetapi tiba-tiba aku menamparmu, sehingga kau benci padaku. Tetapi dalam hatimu kamu masih sayang padaku bukan..??” Aku mengangguk.

“Begitulah yang dirasakan namja itu. Ia merasa kau membencinya padahal ia sayang padamu. Saran umma, kamu minta maaflah padanya..” kata umma. Matanya memancarkan kasih sayang. Uuugh, aku terharu.

“Ya umma.” Kataku seraya mengangguk. Umma hanya tertawa.

“Sudah, pergilah..Sudah jam 5.30. Kamu tidak kerja ..??” Aku tertegun. Jam 5.30. Satu jam sebelum jam 7 adalah jam 6.!!

“Iya umma, makasih ya..!!!”kataku seraya mengecup pipinya. Umma hanya tersenyum memandang kepergianku.

Aku mengendarai mobil di jalanan Seoul, sementara otakku merancang permintaan maaf untuk Sungmin.

Aku segera memarkir mobilku dan masuk ke dalam gedung. Mencari studio penyiaran. Dan bersiap dirias. Selama periasan otakku mash terus mencari kata-kata maaf yang tepat untuk minta maaf pada Sungmin. Sungmin yang duduk tak jauh dari tempatku duduk juga hanya diam saja. Sama sekali tidak menyapaku.

“Kim Hyeon Min dan Lee Sung Min harap segera bersiap-siap di stage,5 menit lagi acara dimulai.”kata seorang staf. “MC Leeteuk, Yesung, Eunhyuk dan Kyuhyun bisa masuk sekarang..”

Aku dan Sungmin segera berdiri. Sungmin kembali memegang tanganku. Dingin rasanya. Aku menariknya keluar dari barisan.

“Apa yang kau lakukan..??!!”bisiknya kesal.

“Aku.. aku hanya ingin minta maaf sebelum kita benar-benar berpisah. ”kataku pelan. “Aku.. Aku benar-benar menyesal..”kataku seraya menunduk. Aku tidak sanggup melihat wajahnya…!!

“Lee SungMin..!! Kim Hyeon Min..!! Segera masuk stage..!!”panggil staf. Sungmin segera menarikku masuk ke dalam stage.

“Anyyeong..!!! SungHyeonmin couple.. “kata MC Leeteuk. Aku dan Sungmin hanya tersenyum tipis. Aku dan Sungmin hanya menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Sungmin benar-benar terasa senang. Aku semakin merasakan hatiku sakit.

“Yah, inilah acara Super Junior Foresight hari ini. Sampai jumpa di..”kata-kata MC Yesung terputus.

“Tunggu..!!! Aku ingin mengucapkan sesuatu hal yang penting..”kata Sungmin memutuskan kata-kata MC Yesung.

“Kami mengaku. Selama 2 bulan ini kami mengaku bahwa kami berpacaran. Namun itu semua adalah bohong..” Seluruh hadirin terkejut, bahkan para MC melongo. “Tapi itu semua ada alasannya..” kata Sungmin. Ia menceritakan semuanya dari awal hingga akhirnya kami bekerja sama untuk menciptakan skandal untuk menaikkan gaji yang didapat.

“Atas nama aku dan Hyeon Min, aku meminta maaf kepada semua fans-ku.”kata Sungmin. Rupanya kepiawaiannya berbicara membuat semua orang di studio merasa terharu dan memaafkannya.

“Tetapi aku juga ingin mengatakan sesuatu lagi..”kata Sungmin. “Sebenarnya secara tiba-tiba selama kami bekerja sama, aku merasa bahwa aku mencintai Hyeon Min. Dan hari ini, disini, di depan semua orang yang menyaksikan Super Junior Foresight ini, aku ingin menyatakan..”ucap Sungmin. “Hyeon Min, maukah kau benar-benar berpacaran denganku..?? Bukan lagi sebagai teman untuk bekerja sama…??” Aku terkejut. Benar-benar terkejut. Airmataku mengalir lagi apa yang harus aku perbuat sekarang..??!!Tetapi melihat Sungmin yang menatapku dengan kesungguhan hati..

“Ya”

Seluruh penonton bertepuk tangan, bahkan mereka bertepuk tangan paling keras ketika Sungmin untuk pertama kalinya menarik tanganku dan mencium bibirku di depan semua orang. Ya, pertama kali. Pertama kali sejak kami benar-benar berpacaran, dan bukan pacaran bohongan.

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 8, 2011 in FanFict Pesanan, FanFiction, Happy Ending, Romance